Pendidikan

Pemegang KMS Daftar Sekolah Naik Motor Mahal, Ini Kata Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Kota Yogya

Saat ini sedang memasuki fase Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP di Kota Yogyakarta untuk jalur Zonasi Mutu.

Pemegang KMS Daftar Sekolah Naik Motor Mahal, Ini Kata Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial Kota Yogya
ppdb
Ilustrasi PPDB 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta memilih tidak berspekulasi terlalu jauh perihal temuan calon siswa membawa handphone serta orangtua mengendarai sepeda motor dengan harga diatas Rp 20 juta namun memegang KMS saat proses verifikasi PPDB Jalur Zonasi Mutu di SMPN 15 Yogyakarta.

Seperti diketahui, saat ini sedang memasuki fase Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP di Kota Yogyakarta untuk jalur Zonasi Mutu.

Dalam zonasi mutu tersebut, nilai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) menjadi penentu siswa yang bersangkutan diterima di sekolah.

Termasuk di dalam jalur zonasi mutu adalah warga tidak mampu yang dibuktikan dengan  Kartu Menuju Sejahtera (KMS).

Kampoeng Mataraman Olah Hasil Bumi Warga Jadi Berbagai Menu Menarik

Kuota keseluruhan untuk zonasi jalur mutu 40 persen.

Terkait sistem ini, FORPI Kota Yogyakarta mendapati beberapa orangtua pemegang KMS namun terlihat mampu dari handphone dan kendaraan yang dipakai.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Asrori saat dihubungi Tribunjogja.com pada Senin (1/7/2019) kemarin menjelaskan bahwa sudah ada parameter khusus yang mengatur agar seseorang berhak menjadi pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) yang masuk dalam Keluarga Sasaran Jaminan Perlindungan Sosial (KSJPS).

“Syarat-syaratnya sudah ada yang mengatur itu kan. Nah, di sini bukan ranah kami melakukan validitas para pemegang KMS. Kami juga tidak bergerak sejauh itu untuk kemudian melalukan verifikasi setelah proses pendaftaran. Kami berpegang pada bukti hitam di atas putih saja,” kata Budi Asrori pada Tribunjogja.com.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta, Agus Sudrajat memberikan penjelasan bahwa proses seleksi agar seseorang mendapat KMS sudah dilakukan secara ketat.

Forpi Kota Yogyakarta Temukan Siswa Jalur KMS Bergaya Mewah

Proses klarifikasi, menurut dia dilakukan mulai tingkat RT, RW, lalu berlanjut sampai musyawarah tingkat kelurahan, kecamatan sampai Dinsos.

“Sudah ada pedoman yang mengatur peruntukan KMS tersebut. Pedoman ini juga sudah diatur dalam sistem. Kalau syarat pemegang KMS ini sudah diatur sedemikian rupa. Beberapa aspek yang dinilai antara lain nominal kepemilikan aset, penghasilan dan pengeluaran setiap bulannya,” kata Agus.

Terkait temuan dari FORPI, Agus melihat bahwa orang tua pemegang KMS yang diduga mendaftar dari zonasi jalur mutu namun mengendarai motor dan si calon siswa yang membawa handphone tersebut perlu melalui penelitian yang mendalam terlebih dahulu.

Pasalnya, asal-usul perangkat dan barang tersebut masih abu-abu.

“Kita tidak tahu itu status kendaran orang tua (harga mahal) yang dimaksud tersebut. Apakah milik yang bersangkutan atau tidak. Bisa saja pinjam atau ada kemungkinan lain. Yang jelas proses verifikasi pemegang KMS ini sudah dilakukan ketat dan kita update setiap setahun dua kali,” kata Agus. (*)

Penulis: sus
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved