Kota Yogya

BPBD Kota Yogya Ingin Tamiya Segera Terealisasi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta masih memikirkan konsep Taman Mitigasi Bencana Yogyakarta (Tamiya).

BPBD Kota Yogya Ingin Tamiya Segera Terealisasi
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta masih memikirkan konsep Taman Mitigasi Bencana Yogyakarta (Tamiya).

Hingga saat ini pihaknya masih belum memiliki rencana pasti terkait pengembangan Tamiya tersebut.

"Kami masih susun konsepnya, anggaran juga belum. Tetapi yang jelas Tamiya harus dibentuk. Karena lokasinya juga baru saja dihibahkan, jadi ya kami masih memiliki beberapa persiapan," kata Kepala BPBD Kota Yogya, Hari Wahyudi pada Tribunjogja.com, Senin (1/7/2019).

Kampoeng Mataraman Olah Hasil Bumi Warga Jadi Berbagai Menu Menarik

Ia mengungkapkan, saat ini pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan beberapa stakeholder.

Hal itu dilakukan untuk menyusun konsep, serta teknologi yang tepat untuk Tamiya.

Selain itu juga berkaitan dengan anggaran.

"Ya kami masih merancang, rencana pengen ada wall climbing, flying fox, dan teknologi lain. Kami masih bicarakan,teknologi apa yang nanti sesuai. Untuk anggaran juga sama, terpaksa ya nanti pakai APBD. Nah tetapi kan APBD juga diserap banyak, maka kami upayakan dana dari sumber lain," ungkapnya.

Tamiya, lanjutnya nantinya akan menjadi sarana edukasi anak tentang kebencanaan.

BPBD Kota Yogyakarta Berencana Bikin Taman Edukasi Mitigasi Bencana

Menurutnya mengedukasi anak lebih efektif daripada orang dewasa.

Selain itu, anak juga perlu pengetahuan kebencanaan sejak dini.

"Anak-anak juga perlu ada pengetahuan mitigasi. Lewat Tanaman Mitigasi Bencana Yogyakarta ini nantinya kami berharap bisa mengedukasi anak-anak. Anak mungkin belum tahu gempa, tsunami itu seperti apa, nanti kita pengen ada teknologi khusus supaya anak bisa merasakan,"lanjutnya.

"Kami pengen edukasi tetapi dengan bermain. Supaya anak menyerap materi mitigasi melalui simulasi. Maka anak perlu diberikan pengertian dan terus-menerus, sehingga punya kebiasaan. Nanti kalau ada bencana sudah terarah dan mandiri,"sambungnya.

Meski belum memiliki target khusus,namun pihaknya berharap Tamiya bisa segera terealisasi. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved