Benarkah Ponsel BM Bakal Segera Diblokir? Seperti Ini Rencana Pemerintah

Pemerintah berencana untuk melakukan pemblokiran terhadap ponsel-ponsel BM alias black market untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Benarkah Ponsel BM Bakal Segera Diblokir? Seperti Ini Rencana Pemerintah
Grid
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Peredaran ponsel black market (BM) alias ponsel ilegal dianggap tak hanya merugikan negara, namun juga merugikan distributor dan juga pengguna.

Oleh karena itu, pemerintah berencana untuk melakukan pemblokiran terhadap ponsel-ponsel itu untuk mencegah kerugian yang lebih besar.

Mekanisme pemblokiran ini akan menggunakan nomor IMEI yang melekat pada setiap ponsel dan berbeda-beda. Pemerintah akan mengidentifikasi IMEI tersebut dan jika tidak terdaftar, akan dianggap sebagai ponsel ilegal dan tidak akan bisa digunakan di Indonesia.

Wow ! Ternyata Seperti Inilah Suasana Pasar Loak Handphone di China

Wacana tersebut kini kembali hangat diperbincangkan.

Mesin validasi IMEI yang dikembangkan oleh Kementerian Perindustrian kabarnya akan mulai diaktifkan pada Agustus mendatang. Lantas dengan aktifnya mesin tersebut apakah kemudian handphone ilegal akan benar-benar tidak dapat digunakan?

KompasTekno, Senin (1/7/2019), meminta keterangan Janu Suryanto, Direktur Industri Elektronika dan Telematika Kementerian Perindustrian, terkait hal ini.

Melalui pesan singkat, Janu mengatakan bahwa pada Agustus, Kemenperin baru akan menggodok regulasi terkait proses pemblokiran tersebut.

Ternyata Nomor IMEI Bisa Digunakan untuk Cari Ponsel yang Hilang tapi Ada Syaratnya

"Payung hukum dulu, sedang dikerjakan dan rapat terus-menerus," kata Janu.

Ia pun mengatakan bahwa saat ini Kemenperin tengah merancang regulasi dengan pihak-pihak terkait.

Ia mengungkap bahwa aturan tersebut harus dikerjakan dan diselesaikan dengan hati-hati supaya dapat diimplementasikan dengan tepat dan tidak berbalik menjadi merugikan.

Halaman
12
Editor: mon
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved