Gunungkidul

1.918 Hektar Lahan Pertanian di Gunungkidul Alami Gagal Panen

Pada tahun 2019 merupakan tahun terparah lahan pertanian yang mengalami puso (gagal panen) di Kabupaten Gunungkidul.

1.918 Hektar Lahan Pertanian di Gunungkidul Alami Gagal Panen
SHUTTERSTOCK via kompas.com
Ilustrasi tanaman padi 

Lanjut Bambang, tanaman-tanaman yang mengalami puso tersebut sudah dicabut oleh para petani biasanya tanaman-tanaman yang gagal panen akan dipergunakan untuk pakan ternak.

Pemprov DIY Akan Kaji Pantai Gesing Gunungkidul Sebagai Pelabuhan Perikanan

"Saat musim kemarau pakan ternak biasanya akan lebih mahal. Untuk menyiasati keluarnya biaya lebih banyak biasanya para petani akan mempergunakan tanaman gagal panen untuk pakan ternak dan hal seperti ini sudah biasa di kalangan petani Gunungkidul," ungkapnya.

Sementara itu, seorang petani asal Putat Patuk, Suyanto mengatakan, lahannya juga mengalami kekeringan sehingga tanamannya gagal panen.

"Ya sudah ikhlas saja, karena memang cuacanya tidak bisa diprediksi. Selain itu tanaman yang gagal panen masih bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak," katanya.

Ia menuturkan, sejak pertengahan April di daerahnya sudah tidak turun hujan hingga saat ini.

Tahun ini menurutnya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya karena turunnya hujan pada tahun lalu tepat waktu.

"Kalau sekarang turun hujan telat, tetapi datangnya musim kemarau malah lebih awal itu yang tidak terprediksi oleh para petani," katanya. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved