Pendidikan

PPDB SMA di Kota Magelang, Sistem Baru Memprioritaskan Zonasi

Sistem yang diterapkan pada pendaftaran online kali ini baru dan berbeda dengan saat uji coba kemarin.

PPDB SMA di Kota Magelang, Sistem Baru Memprioritaskan Zonasi
istimewa
ilustrasi PPDB 

TRIBUNJOGJA.COM - Pendaftaran online PPDB SMA di Kota Magelang sudah dibuka.

Sistem menggunakan aplikasi baru yang masih memprioritaskan zonasi.

Kepala SMA Negeri 1 Magelang, Sucahyo Wibowo mengatakan, sistem yang diterapkan pada pendaftaran online kali ini baru dan berbeda dengan saat uji coba kemarin.

Acuan penerimaan dengan mengacu jarak terlebih dahulu.

"Acuannya jarak dulu, baru prestasi. Intinya, sistem zonasi yang dipentingkan jarak dulu. Meskipun prestasi. Ketika jarak minimal 60 persen kan, ketika sudah terpenuhi, baru prestasi. Itu pemahanan saya. Karena aplikasi ini kan baru, dan belum lama jadi juga," ujar Cahyo, ketika ditemui Tribunjogja.com di kantornya.

Kampoeng Mataraman Olah Hasil Bumi Warga Jadi Berbagai Menu Menarik

Soal calon siswa yang terlempar dari jurnal, Cahyo mengatakan, para pendaftar yang mengklik jalur zonasi, maka zonasi menempati peringkat lebih tinggi dalam zona, sehingga prestasi dalam zona hilang.

"Ngeklik prestasi ya diisi prestasi. tetapi kalau ngetik zonasi, karena zonasi menempati peringkat lebih tinggi dalam zona, ya otomatis prestasi dalam zona hilang. langsung ke masuk zonasi. Zonasi dulu, baru prestasi. Prestasi dalam zona lho. Memang sistemnya begitu. ya kami tahu juga belum lama," kata Cahyo.

"Kalau sistem seleksi zona, diukur dari jarak. Kalau prestasi, jelas, nilai dan piagam yang dipunyai. Tetapi kalau di udah ngetik yang prestasi, di zona akhirnya terpental, dia bisa masuk prestasi lagi, kemudian di sort atau ranking, tambahnya.

Pendaftaran Online PPDB SMA Kota Magelang, Masyarakat Bingung dan Ajukan Keluhan

Cahyo sendiri membuka pelayanan untuk para pendaftar yang ingin mendaftar online.

Dua ruang laboratorium disediakan berikut petugas yang akan memandu para pendaftar.

Pendaftaran sendiri akan berlangsung hingga 5 Juli 2019 mendatang.

"Hari ini hari pertama. Layanan itu sekedar, bagi anak-anak yang di rumah tidak ada koneksi internet, kita fasilitasi. Kita sediakan laboratium. Sebagian besar anak sudah pada ndaftar tadi malam," tuturnya.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved