Pendidikan

Hariman Bone, Raih Doktor Usai Meneliti Strategi Coping terhadap Kualitas Hasil Audit

Kemampuan para akuntan dalam mengatasi tekanan atau coping sangat diperlukan agar tidak berpengaruh pada hasil kualitas pertimbangan hasil auditnya.

Hariman Bone, Raih Doktor Usai Meneliti Strategi Coping terhadap Kualitas Hasil Audit
istimewa
Mahasiswa program doktor Ilmu Akuntansi FEB UGM Hariman Bone, SE, M Sc 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Akuntan merupakan profesi dengan tuntutan kerja yang memiliki tingkat tekanan tinggi.

Jadwal waktu dan anggaran dalam penyelesaian suatu pekerjaan audit memicu tekanan yang tinggi.

Oleh karena itu, kemampuan para akuntan dalam mengatasi tekanan atau coping sangat diperlukan agar tidak berpengaruh pada hasil kualitas pertimbangan hasil auditnya.

Hal itu mengemuka dalam ujian terbuka promosi doktor yang disampaikan oleh mahasiswa program doktor Ilmu Akuntansi FEB UGM Hariman Bone, SE, M Sc,Senin (1/7/2019) di ruang auditorium BRI FEB UGM.

Kampoeng Mataraman Olah Hasil Bumi Warga Jadi Berbagai Menu Menarik

Dalam penelitiannya yang melibatkan 108 auditor profesional di bidang pemerintahan, ia menyebutkan kesuksesan audit dalam pemberian pendapat atas laporan keuangan sangat bergantung pada tim beserta pengedaliannya.

Namun begitu, tindakan coping atau usaha kogntif dan perilaku untuk mengendalikan  tekanan terhadap auditor ditengarai karena adanya tekanan waktu, kelebihan beban kerja, konflik peran dan sebagainya.

“Strategi coping yang tepat dapat mengurangi tekanan dan meningkatkan fokus auditor pada penugsasannya,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunjogja.com.

Menurutnya pengendalian perilaku dan strategi coping bisa menghasilkan kualitas pertimbangan auditor yang berbeda dan memiliki implikasi penting bagi organisasi. 

Dua Guru Besar UGM Raih Penghargaan Health Warrior Award 2019

Sedangkan organisasi sendiri perlu menitikberatkan ukuran kinerja anggota tim yang fokus pada kepatuhan untuk mengikuti artahan-arahan ketua tim dan prosedur audit yang telah ditentukan.

“Organiasi perlu menekankan kepada supervisor atau ketua tim untuk meningkatkan pengetahuan tentang proses transformasi keilmuan audit baik secara formal maupun informal. Pengetahuan proses transformasi keilmuan memungkinkan atasan untuk menggunakan tipe pengendalian perilaku,” ujarnya.

Selain itu, setiap organisasi perlu menekankan hubungan formal dan informal dalam bentuk mentoring.

Formal mentoring yakni menitikberatkan pada pencapaian karir auditor di masa mendatang, sedangkan mentoring informal menitikberatkan pada perbaikan psikologikal yang mendorong bawahan untuk menghasilkan hasil kerja yang positif. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved