Pendidikan

Kadisdik Sleman Imbau Orangtua Tidak Titipkan Anak ke KK Famili Lain untuk PPDB

Menitipkan anak ke KK kerabat lain merupakan satu dari beberapa upaya umum orangtua agar anaknya tetap bisa diterima di sekolah favorit tujuan.

Kadisdik Sleman Imbau Orangtua Tidak Titipkan Anak ke KK Famili Lain untuk PPDB
Tribun Jogja/ Alexander Ermando
Kepala Dinas Pendidikan Sleman Sri Wantini 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Dinas Pendidikan Sleman Sri Wantini mengimbau para orangtua calon peserta didik untuk tidak menitipkan anak ke Kartu Keluarga (KK) kerabat lainnya.

Menurut Wantini, cara tersebut merupakan satu dari beberapa upaya umum orangtua agar anaknya tetap bisa diterima di sekolah favorit tujuan, meski tidak berada dalam zona yang ditentukan.

"Hal tersebut dikategorikan sebagai pemberian data fiktif, yang berujung pada penerbitan dokumen persyaratan PPDB," tutur Wantini saat dihubungi Tribunjogja.com pada Minggu (30/06/2019).

Kampoeng Mataraman Olah Hasil Bumi Warga Jadi Berbagai Menu Menarik

Perihal penitipan KK tersebut telah disebutkan dalam Permendikbud 51/2018.

Aturan tersebut menyatakan penitipan bisa dilakukan namun dengan syarat KK diterbitkan minimal setahun sebelum pelaksanaan PPDB.

Meskipun demikian, Wantini menegaskan PPDB Kabupaten Sleman belum memberlakukan aturan tersebut pada tahun ini.

Dengan kata lain, status anak tetap harus sesuai dengan KK orangtuanya.

"Jadi kami imbau agar para orang tua tidak memanfaatkan kebijakan tersebut," tegas Wantini.

Disdikpora DIY Sebut Pendaftaran PPDB Sistem Zonasi Tahun Ini Berjalan Relatif Lancar

Demi memastikan orangtua calon peserta didik tidak menggunakan metode tersebut, Wantini mengatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi dan pihak keluarga sesuai KK.

Jika tidak sesuai, maka hasil seleksi akan bisa dibatalkan.

Hal tersebut sesuai dengan Permendikbud 51/2018 dan Ketentuan Petunjuk Teknis (Juknis) PPDB Kabupaten Sleman

"Pemberian data fiktif seperti itu bisa menjadi dasar sanksi pengeluaran dari sekolah," kata Wantini.(*)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved