Kota Yogya

Maksimalkan Layanan, Kecamatan Gedongtengen Luncurkan Program Keluar Bersama

Maksimalkan Layanan, Kecamatan Gedongtengen Luncurkan Program Keluar Bersama

Maksimalkan Layanan, Kecamatan Gedongtengen Luncurkan Program Keluar Bersama
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Masyarakat kini semakin mudah dalam mengurus dokumen kependudukan. Hal ini lantaran beberapa kecamatan di Kota Yogyakarta melakukan inovasi yang disebut dengan layanan Keluar Bersama.

Satu di antaranya adalah Kecamatan Gedongtengen.

Camat Gedongtengen, Taokhid menjelaskan bahwa hingga saat ini, pihaknya telah berinovasi dengan 3 layanan Keluar Bersama yang meliput kematian, pernikahan, dan e-KTP untuk pelajar usia 17 tahun atau pemegang KTP pemula.

Sementara satu layanan lainnya mengadopsi dari layanan dokumen kelahiran yang sebelumnya dicetuskan oleh Kecamatan Danurejan.

"Sebelumnya Keluar Bersama ini sesuai dengan paket yang ada dari Disdukcapil (Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) Kota Yogyakarta adalah 3in1 yang meliputi akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), dan KK (Kartu Keluarga)," urainya, kepada Tribun Jogja, Sabtu (29/6/2019).

Buat Kejutan, Rektor UNY dan Juki Kill The DJ Nge-Rap di Hadapan Ribuan Wisudawan

Taokhid mengatakan bahwa Kecamatan Gedongtengen menambah layanan 3in1 tersebut hingga menjadi 5in1 dengan menambahkan perubahan Nomor Induk Kependudukan (NIK) serta buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA).

"Lalu kita tambahkan layanan SMS Gateway. Ibu hamil kita data dan kita dorong untuk memeriksakan kesehatannya di wilayah. Nanti saat sudah dekat dengan HPL (Hari Perkiraan Persalinan), mereka bisa menyiapkan keperluan untuk bisa langsung daftar 1 dapat 5," bebernya.

Ia mengatakan, dokumen tersebut seluruhnya bisa didapatkan sekitar 5 hari. Hal ini dikarenakan untuk mengurus akta kelahiran rata-rata dibutuhkan waktu 5 hari.

"Ini memudahkan masyarakat untuk mengurus dokumen kependudukan cukup datang ke kecamatan tidak perlu sampai Disdukcapil. Nanti kami bantu semuanya," ucap Taokhid.

Selain dokumen kelahiran, untuk mengurus dokumen kematian, masyarakat yang datang ke Kecamatan Gedongtengen bisa membawa laporan kematian dan kemudian data akan berubah mulai terbitnya surat kematian, kartu keluarga, status sebagai pasangan suami istri.

WMP dan Dinkes Kota Jogja Adakan Panggung Gembira Peringati Hari Dengue se-ASEAN

"Diupayakan bisa satu hari jadi. Terkait kematian juga mempengaruhi misal meninggal dan butuh visum maka butuh waktu juga," urainya.

Selanjutnya, Taokhid menambahkan pihaknua juga bekerjasama dengan KUA terkait layanan pernikahan, akta pernikahan yang keluar satu paket dengan KK dan KTP.

"Lalu kami menerbitkan KTP-el untuk usia 17 tahun, akan kita cetakan setelah rekam data dan kita tambah brosur KIE (Komunikasi Informasi Edukasi). Termasuk ucapan selamat ulang tahun," ujarnya. (Tribunjogja I Kurniatul Hidayah)

Penulis: kur
Editor: has
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved