Pilpres 2019

Rangkuman Dalil-dalil dalam Gugatan Prabowo-Sandiaga yang Ditolak MK

Mahkamah Konstitusi telah menolak seluruh gugatan yang diajukan pasangan Prabowo-Sandiaga Uno dalam sidang putusan sengketa Pilpres 2019

Rangkuman Dalil-dalil dalam Gugatan Prabowo-Sandiaga yang Ditolak MK
KOMPAS.COMKRISTIANTO PURNOMO
Sidang putusan sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (27/6/2019). 

Menurut mahkamah analisis yang dilakukan pemohon tidak didukung bukti yang cukup dan hanya asumsi belaka. Menurut mahkamah, dalil pemohon a quo tidak beralasan hukum.

9. 17,5 juta TPS invalid

Tim 02 juga menilai bahwa ada dugaan 17,5 juta daftar pemilih tetap yang invalid. Namun, MK menilai tidak ada bukti kuat terhadap dalil tersebut. "Dalam hal bukti P155, setelah diperiksa Mahkamah tidak menemukan 17,5 juta itu pemilih yang terdaftar dalam DPT karena pemohon tidak dapat menunjukan di TPS mana mereka terdaftar," ujar Hakim Konstitusi Saldi Isra dalam sidang putusan sengketa pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (27/6/2019).

10. Pelanggaran dana kampanye paslon 01

MK menolak dalil paslon 02 yang menuding ada pelanggaran dana kampanye oleh tim Jokowi-Ma'ruf. Menurut MK, dana kampanye paslon 01 sudah sesuai aturan.

11. Jabatan Ma'ruf Amin di Bank Syariah

MK menilai bahwa tuduhan jabatan dewan pengawas syariah sebagai karyawan Badan Usaha Milik Negara tidak dapat dibuktikan.

Jokowi: Tidak Ada Lagi 01 dan 02, Semua Punya Semangat Sama untuk Membangun Indonesia

Merujuk pada Peraturan Perundang-undangan soal Perbankan Syariah, DPS merupakan organ yang terafiliasi dengan bank syariah. Namun, mereka ditempatkan berbeda dengan komisaris atau direksi. Oleh karenanya, DPS bukan bagian dari karyawan. Menurut undang-undang, Bank BNI Syariah dan Bank Mandiri Syariah bukan merupakan BUMN, melainkan anak perusahaan BUMN yang merupakan bank syariah. (*)

==

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sejumlah Dalil dalam Gugatan Prabowo-Sandiaga Ditolak MK, Ini Paparannya"

Editor: Mona Kriesdinar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved