Pengusaha Tagih Komitmen Jokowi, Tak Perlu Menunggu Dilantik untuk Dongkrak Sektor Ekonomi

Posisi Jokowi sebagai petahana dinilai memiliki keuntungan, karena bisa langsung memberikan langkah konkret untuk mendongkrak ekonomi Indonesia.

Pengusaha Tagih Komitmen Jokowi, Tak Perlu Menunggu Dilantik untuk Dongkrak Sektor Ekonomi
KOMPAS.COM/Fabian Januarius Kuwado
Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan pengurus HIPMI dan KADIN di Istana Merdeka Jakarta, Rabu (12/6/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Pengusaha siap menagih komitmen Joko Widodo sebagai presiden terpilih 2019-2024.

Posisi Jokowi sebagai petahana dinilai memiliki keuntungan, karena bisa langsung memberikan langkah konkret untuk mendongkrak ekonomi Indonesia.

"Sekarang sudah bisa bergerak dengan program program yang konkrit, tidak perlu menunggu sesudah dilantik," ujar Wakil Ketua Kadin Bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik Raden Pardede saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (27/6).

KPU Ajak Jokowi dan Prabowo Konferensi Pers Bersama setelah Pleno Penetapan

Sebelumnya Jokowi juga sempat bertemu dengan sejumlah pengusaha. Pertemuan tersebut bertujuan untuk meminta masukan yang akan digunakan sebagai pertimbangan membuat kebijakan.

Raden bilang Jokowi telah memberikan arah kebijakan mengingat adanya tantangan ke depan. Sikap yang tegas perlu ditunjukkan untuk memberikan kepastian pada investor.

Prabowo Serahkan Nasib Koalisi ke Masing-masing Partai Pendukung

Jokowi juga sempat mengungkapkan posisinya sebagai presiden 5 tahun ke depan tanpa beban. Pasalnya 5 tahun ke depan merupakan periode kedua yang berarti tidak bisa kembali mencalonkan.

"Para investor perlu diyakinkan bahwa presiden sekarang tidak punya beban atau hambatan untuk melakukan reformasi dan mengambil kebijakan yang kurang populer," terang Raden.

Jokowi pun perlu gerak cepat untuk menunjukkan pergerakan. Termasuk dalam memastikan calon menteri yang akan membantunya di kabinet jilid kedua.

Sebelumnya Kadin juga telah menyampaikan sektor yang perlu menjadi fokus pemerintah ke depan. Antara lain adalah remitensi TKI, penguatan sektor pariwisata, serta industri tekstil yang banyak menyerap tenaga kerja. (Abdul Basith/Kontan)

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved