Kriminalitas

Polsek Depok Timur Ringkus Komplotan Penipu Asal Jawa Barat

Unit Reskrim Polsek Depok Timur menangkap tiga dari empat pelaku sindikat penipuan 21 Juni kemarin.

Polsek Depok Timur Ringkus Komplotan Penipu Asal Jawa Barat
TRIBUNJOGJA.COM / Santo Ari
Kapolsek Depok Timur menunjukan barang bukti ponsel 

TRIBUNJOGJA.COM - Unit Reskrim Polsek Depok Timur menangkap tiga dari empat pelaku sindikat penipuan 21 Juni kemarin.

Para pelaku ini melarikan ponsel Iphone senilai Rp 16 juta milik Yosephina warga Klaten.

Kapolsek Depok Timur Kompol Paridal saat ditemui Kamis (27/6/2019) mengatakan semula korban berniat menjual ponsel dan menawarkan secara online.

Terjadilah kesepakatan antara seorang pelaku berinisial HD dengan korban untuk cash on delivery (COD) atau bayar di tempat di sebuah rumah Perum Taman Cemara, Maguwoharjo.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Saat COD tersebut, HD menyuruh tiga temannya yakni AS (32), JS (27) dan KI (30).

Ketiganya kemudian berbagi peran.

"Saat COD, pelaku mempersilakan korban untuk minum di ruang tamu. Saat itu, pelaku masuk ke ruang lain dengan membawa ponsel korban dengan dalih akan mengeceknya terlebih dahulu," ungkapnya.

Namun ternyata korban ditinggal sendiri di rumah tersebut.

Pelaku kabur melalui pintu keluar lain dengan mobil.

Begitu tersadar bahwa dirinya telah menjadi korban kejahatan, ia pun langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Depok Timur.

Cegah Penipuan, Masyarakat Diimbau Gunakan Situs Lelang Resmi

"Kejadian itu sekitar pukul 22.00. Setelah mendapat laporan dari korban. Kami langsung optimalkan personil dan di pagi harinya kami berhasil menangkap tiga orang tersangka di penginapan Jalan Imogiri," imbuhnya.

Kanit Reskrim Iptu Mahardian Dewo menambahkan, tiga orang berhasil diamankan, dan terungkap bahwa komplotan ini berasal dari Jawa Barat.

"Mereka sengaja menyewa rumah untuk beraksi, untuk ke Jogja pun menggunakan mobil rental. Mobil itu pula yang digunakan saat melarikan diri," terangnya.

Saat ini ketiga tersangka harus mendekam di penjara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara itu, kepolisian juga masih memburu tersangka HD yang diduga sebagai otak sindikat penipuan ini.(*)

Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved