Pendidikan

Beberapa SMA dan SMK di DIY Masih Kekurangan Siswa

Beberapa sekolah yang mengalami kekurangan siswa antara lain SMA 1 Temon, SMA N 1 Cangkringan, SMA N 1 Tanjungsari, SMA N 1 Tempel serta beberapa SMK.

Beberapa SMA dan SMK di DIY Masih Kekurangan Siswa
TRIBUNJOGJA.COM / Siti Umaiyah
Calon siswa dan walinya yang sedang melakukan konsultasi kepada Didik Wardaya, Kamis (27/6/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM - Didik Wardaya, Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Disdikpora DIY menyebutkan masih ada beberapa sekolah yang masuk zona 1 di DIY yang masih kekurangan siswa.

Didik menjelaskan, beberapa sekolah yang mengalami kekurangan siswa antara lain SMA 1 Temon, SMA N 1 Cangkringan, SMA N 1 Tanjungsari, SMA N 1 Tempel serta beberapa SMK.

"Seperti di SMA N 1 Temon, kekurangan cukup banyak, dari hampir satu kelas yang isinya 36, baru terisi sekitar 16 atau 18. Sedangkan di SMA N 1 Cangkringan kurangnya sekitar 7. Tadi beberapa kepala sekolah menelpon saya terkait adanya kekurangan tersebut," ungkapnya pada Tribunjogja.com.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Didik mengungkapkan, nantinya sekolah-sekolah di zona 1 yang masih kosong tersebut akan diisi dengan anak yang belum mendapatkan sekolah.

Menurutnya saat ini sistem yang ada masih mencari sekolah yang kuotanya belum terpenuhi, sekaligus mencari anak-anak yang belum mendapatkan sekolah.

"Anak-anak yang kemarin daftar kemudian belum mendapatkan sekolah akan ditempatkan di sekolah yang masih kosong yang zonanya paling dekat dengan mereka, terutama di zona 1. Meskipun mereka tidak memilih, tapi secara otomatis sistem akan mencari," terangnya.

Dia menjelaskan jika nantinya siswa tidak mau mengambil sekolah yang masih kosong tersebut, maka akan digantikan oleh siswa cadangan.

Ketika Sistem Zonasi PPDB 2019 Membuat Seluruh Siswa SDN 1 Sukasari Tidak Diterima di SMP Mana pun

"Memang untuk kuota sekolah negeri kita kan juga terbatas, untuk SMA ada sekitar 14.500, sedangkan SMK 18.000. Jadi tidak bisa mengakomodir secara keseluruhan lulusan kita sebanyak 51.000. Pasti ada yang di swasta, baik SMA maupun MAN swasta," terangnya.

Lebih lanjut, Didik menerangkan jika pada saat pengambilan token beberapa saat lalu, hampir ada 35.000 siswa.

Rata-rata dari yang melakukan pengambilan token tersebut langsung mempergunakannya untuk mendaftar secara online, namun ada juga beberapa yang ditengah jalan dicabut.

"Sampai dengan hari ini juga masih ada yang melakukan konsultasi terkait PPDB, kami masih melayani," ungkapnya. (*)

Penulis: Siti Umaiyah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved