Jawa

87,13 Persen Petani Berusia Lanjut, Bupati Magelang : Kita Perlu Regenerasi

Pelaku pertanian saat ini sebanyak 87,13 persen didominasi oleh generasi lanjut.

87,13 Persen Petani Berusia Lanjut, Bupati Magelang : Kita Perlu Regenerasi
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Pembukaan Youth Agropreneur Expo 2019 dilanjutkan dengan peninjauan stand, Pj Sekda Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, meninjau stand Youth Agropreneur Expo 2019 di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Kamis (27/6/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pelaku pertanian saat ini sebanyak 87,13 persen didominasi oleh generasi lanjut.

Sementara generasi muda hanya sebesar 12,87 persen.

Jika tidak ada regenerasi, maka dapat mengancam sektor pangan dan pertanian.

Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Magelang melalui Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang, Adi Waryanto, Kamis (27/6/2019) saat membuka Youth Agropreneur Expo 2019 di Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang, Magelang.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

"Data itu dari dari badan pusat statistik terakhir, artinya jika dibiarkan terus menerus, petani kita terus menyusut dan berbahaya bagi kelangsungan terkait ketersediaan pangan. Oleh karena itu sangat penting regenerasi para pelaku pertanian," kata Adi, Kamis (27/6/2019) di depan ratusan mahasiswa.

Adi mengatakan, generasi penerus dan pelaku pertanian harus disiapkan untuk keberlangsungan pertanian di masa mendatang.

Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan tetapi juga dapat mengangkat Indonesia ditengah persaingan global.

"Generasi muda harus memiliki mental baja, tekad yang kuat, dan mewarisi jiwa kewirausahaan. Sehingga istilah yang cocok buat mereka adalah seorang Agropreneur," kata Adi.

Sub Bidang Pendidikan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, R Hermawan, mengatakan bahwa, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan calon-calon wirausaha muda pertanian dalam rangka regenerasi petani.

Musim Kemarau, Petani di Sleman Mulai Tanam Komoditas yang Hemat Air

Ia mengatakan bahwa, sekarang ini usia petani kita rata-rata sudah tidak produktif (sudah tua), sehingga harus segera dilakukan regenerasi.

"Jadi pemuda-pemuda yang istilahnya petani milenial ini akan kita tumbuhkan menggunakan kegiatan penumbuhan wirausaha pertanian," ungakpnya.

Diakuinya bahwa minat di dunia pertanian saat ini sudah kurang.

Namun demikian saat ini sudah mulai digairahkan kembali dengan teknologi-teknologi.

"Kalau dulu ada istilah pertanian harus mencangkul, maka image itu harus mulai kita kurangi. Jadi sekarang ini sudah banyak teknologi yang kita gunakan, baik itu mulai teknologi pengolahan hasil, teknologi penanaman, teknologi panen dan sebagainya," jelas Hermawan.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved