Yogyakarta

'Umbul Dongo Sinengkeran Ing Matayo' Dihelat di Pendopo Royal Ambarrukmo

Sebuah atraksi budaya, berupa pagelaran tari berjudul Pandongo Pinungsung, dihelat oleh Krida Beksa Wirama di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo.

'Umbul Dongo Sinengkeran Ing Matayo' Dihelat di Pendopo Royal Ambarrukmo
Istimewa
Sebuah atraksi budaya, berupa pagelaran tari berjudul Pandongo Pinungsung, dihelat oleh Krida Beksa Wirama di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebuah atraksi budaya, berupa pagelaran tari berjudul Pandongo Pinungsung, dihelat oleh Krida Beksa Wirama di Pendopo Agung Royal Ambarrukmo.

Pegelaran Tari ini merupakan pementasan ketiga selama 3 tahun perjalanan Krida Beksa Wirama berlatih Tari Jawa Klasik gaya Yogyakarta.

Antangin Tour De Ambarrukmo 2019 Bakal Kembali di Gelar di Yogyakarta

Selama tiga tahun berjalan ini, tidak hanya sekedar berlatih menari rutin setiap minggunya, akan tetapi juga mampu melahirkan sebuah karya tari.

Dari Adek atau Kakak kita Sri Nurhayati  berhasil menciptakan karya tari Jawa klasik Pandongo Pinungsung

Tari Pandongo Pinungsung, adalah tari yang diciptakan untuk mengantarkan doa dan ucapan syukur ke hadirat Tuhan YME, agar kita  senantiasa diberi keselamatan, kelancaran dan keberhasilan dalam hidup ini.

Tarian yang di dibuat pada tahun 2018 lalu, ditampilkan pertama kali dalam peringatan hari jadi Royal Ambarrukmo Yogyakarta yang ke-7, akhir Oktober 2018.

Kegiatan rutin Krida Beksa Wirama bukan hanya berlatih menari tari jawa klasik, namun juga mengenai belajar mendalam tentang budaya Jawa (busana, adat istiadat dan filosofi luhur) yang saat ini semakin langka untuk diperkenalkan.

Jembatan Ambarrukmo Siap Digunakan pada Agustus 2019

"Dengan dinamika dan warna warni kegiatan kami, untuk itu pada pementasan ketiga kami panjatkan doa dan syukur kami dalam Tari Pandonga Pinungsun dan alunan Tembang Macapat dalam acara Umbul Dongo Sinengkeran Ing Matoyo (doa yang bersama- sama kita panjatkan  yang menyatu dalam gerak tari)," kata pembina Krida Beksa Wirama, R.M Condroyono Hardjaningrat.

“Harapan kami, kegiatan ini membuat kami semua yang terlibat semakin mencintai dan bangga dengan  budaya kita sendiri, dapat bermanfaat bagi masyarakat Yogyakarta khususnya dan Indonesia serta kita semua senantiasa diberi bimbingan & keselamatan dari Tuhan YME," imbuhnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: vim
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved