Menilik Aktivitas Kreatif di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri di Sewon Bantul

Yayasan penyandang cacat mandiri di Sewon, Bantul mulai didirikan pada tahun 2007 silam.

Menilik Aktivitas Kreatif di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri di Sewon Bantul
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Penyandang disabilitas fisik sedang menyelesaikan pembuatan kursi rotan di Yayasan Penyandang cacat mandiri di Panggungharjo, Sewon, Bantul, Rabu (26/6/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Desing mesin pemotong bambu berbunyi nyaring, siang itu, ketika reporter  Tribunjogja.com mengunjungi yayasan penyandang cacat mandiri di Jalan Parangtritis, Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Tampak sejumlah orang sedang melakukan aktivitas produksi.

Mereka terlihat memotong dan memperhalus bambu untuk dijadikan speaker. Namanya speaker Bambu. Pengeras suara alami dengan bentuk sederhana dan unik.

Bergeser ke ruangan lain. Suasananya sedikit lebih tenang.

Bahan Kimia Triclosan pada Pasta Gigi dan Sabun Bisa Memicu Osteoporosis

Sejumlah penyandang disabilitas terlihat sedang menganyam rotan. Mereka duduk merangkai rotan sintetis itu menjadi kursi.

Meski dengan keterbatasan fisik, produk yang dihasilkan dari para penyandang disabilitas ini cukup bagus. Tidak kalah dengan produk kerajinan pada umumnya.

"Kami ingin para penyandang disabilitas fisik ini memiliki semangat dan menemukan kepercayaan diri. Jangan sampai mereka merasa menjadi orang yang terbuang," kata Joko Purwadi, menceritakan awal mula mengapa yayasan penyandang cacat mandiri Yogyakarta didirikan.

Joko sendiri saat ini menjabat sebagai ketua pengurus di tempat tersebut.

Ia setiap harinya bertugas untuk memastikan operasional yayasan tetap berjalan.

Ketika ditemui, Joko terlihat ramah, ia menyebutkan ada 18 orang yang saat ini bekerja.

Halaman
1234
Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved