Nasional

Harga Ayam Anjlok, Pemerintah Harus Tetapkan Harga Acuan

Kejadian ini disebut sebagai kejadian pertama kali dalam sejarah perternakan broiler modern.

Harga Ayam Anjlok, Pemerintah Harus Tetapkan Harga Acuan
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Ayam broiler yang belum terjual di Pasar Terban Yogyakarta, Selasa (25/6/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Universitas Gadjah Mada (UGM) turut prihatin atas anjloknya harga ayam broiler hidup (live bird) di titik Rp 7ribu - Rp 9ribu per kg.

Sementara harga pokok produksi setiap kg setidaknya antara Rp 16ribu - Rp Rp 18ribu.

Dengan selisih itu, peternak mengalami kerugian bersar sekitar Rp 10ribu setiap kg.

Kejadian ini disebut sebagai kejadian pertama kali dalam sejarah perternakan broiler modern.

Polisi Siap Hantam Mafia Harga Ayam

Dekan Fakultas Peternakan Prof Ali Agus saat ditemui Rabu (26/6/2019) mengatakan meskipun harga ayam hidup di level peternak jatuh namun faktanya harga di tingkat konsumen masih sekitar Rp 18ribu per kg ayam hidup.

Dan untuk harga karkas masih berkisar antara Rp 26ribu - Rp 32ribu per kg.

Ia membeberkan disparitas harga ayam yang tinggi dalam tata niaga dan juga antar wilayah atau antar pulau mengindakasikan adanya oversupply stok ayam hidup, khusunya di Pulau Jawa.

Kejadian oversupply pada momentum bulan puasa dan idul fitri lantaran peternak berharap ada peningkatan permintaan ayam.

Sehingga peternak ayam broiler meningkatkan jumlah stok ayam yang diproduksi dan yang dipelihara (chick in) pada periode sebelumnya.

"Bisnis peternakan itu terkait momentum atau waktu. Dalam satu tahun ada momentum dimana produk peternakan tinggi permintaan, contoh saat idul kurban, atau saat idul fitri. Maka produsen pakan, pembudidaya, peternak akan meningkatkan produksi," ujarnya.

Disperindag Sleman Akan Kurangi Impor untuk Kendalikan Harga Ayam Peternak

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved