Kriminalitas

Polres Magelang Fasilitasi Pernikahan Korban dan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur

Polres Magelang memfasilitasi pernikahan tahanan rumah tahanan Polres Magelang, AJS (19) Warga Donorojo, Mertoyudan Magelang, Selasa (25//2019)

Polres Magelang Fasilitasi Pernikahan Korban dan Tersangka Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
ersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur, AJS (19) Warga Donorojo, Mertoyudan Magelang, dan ES (17), warga Candimulyo, Magelang melangsungkan akad nikah di Masjid Al Mustaqqi, di Mapolres Magelang, Selasa (25/6/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Polres Magelang memfasilitasi pernikahan tahanan rumah tahanan Polres Magelang, AJS (19) Warga Donorojo, Mertoyudan Magelang, Selasa (25/6/2019) dengan seorang anak berinisial ES (17), warga Candimulyo, Magelang.

AJS adalah tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur.

ES adalah korbannya yang kini menjadi istrinya.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Ijab Qabul dan pernikahan dilangsungkan di Masjid Al Mustaqqi, di Mapolres Magelang, dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Mungkid Magelang, Saeful Anwar. Dihadapan kedua keluarga, Petugas Polres Magelang, dan mantan Kepala Desa Candimulyo, mereka menikah.

Kanit PPA Polres Magelang, Aiptu Esti Wulandari, mengatakan, AJS adalah tersangka kasus persetubuhan anak di bawah umur. Tersangka melakukan persetubuhan dengan ES tiga kali, hingga korban hamil.

Keluarga tak terima dengan perbuatan AJS, kemudian melaporkan ke Polres Magelang. Pelaku pun diamankan dan ditahan di Mapolres Magelang.

“Dari pemeriksaan petugas kejadian pertama kali 26 Nopember 2018 dan dilakukan berulang kali sebanyak 3 kali ditempat berbeda, dengan kejadian tersebut mengakibatkan korban ES hamil, kemudian oleh keluarganya dilaporkan Ke Polisi “ imbuhnya.

Bupati Magelang Terima Panggilan Polisi, Setelah Datang Ternyata Prank Call dari Wakapolres

Atas dasar laporan tersebut tersangka menghuni tahanan polres Magelang dalam rangka penyidikan oleh Unit PPA ( Perlindungan Perempuan dan anak ) Satuan Reskrim Polres Magelang,

Tersangka sendiri dijerat pasal 81 UU Nomor 17 Tahun 2016 yang mengatur perlindungan anak dengan ancaman pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara.

Lanjut Esti, pernikahanan atau Ijab Kobul sendiri dilangsungkan atas permohonan dari pihak keluarga kedua mempelai.

"Pernikahan dilangsungkan tadi pagi, Selasa,( 25/6 ) pukul 09.58 Wib di Srambi Masjid Al Mutaqqim Polres Magelang," ujarnya.(*)

Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved