Sport

Jelang Munas KONI Pusat, KONI DIY Belum Tentukan Arah Dukungan

Tapi, sampai sejauh ini, KONI DIY masih belum memastikan, bakal memberi dukungan kepada bakal calon (balon) tertentu.

Jelang Munas KONI Pusat, KONI DIY Belum Tentukan Arah Dukungan
internet
KONI DIY 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Beberapa nama muncul dalam bursa Pemilihan Ketua Umum KONI Pusat, lewat Musyawarah Nasional (Munas) pada Juli nanti.

Tapi, sampai sejauh ini, KONI DIY masih belum memastikan, bakal memberi dukungan kepada bakal calon (balon) tertentu.

Seperti diketahui bersama, terdapat empat balon yang namanya mulai mencuat.

Keempatnya pun begitu lekat dengan dunia olahraga.

Ya, sebut saja Suwarno (Wakil Ketum I KONI Pusat), Marciano Norman (eks Ketua PB Taekwondo Indonesia), lalu Hendardji Soepandji (eks Ketua PB Forki), hingga Muddai Madang (eks Wakil Presiden INASGOC).

Hapkido Targetkan Jadi Anggota KONI DIY Tahun Depan

Ketua Umum KONI DIY, Djoko Pekik Irianto menuturkan, pihaknya memang telah menjalin komunikasi, atau bisa diartikan sebagai pendekatan, dari beberapa balon.

Ia pun mengaku, masih perlu mendiskusikannya dengan jajaran pengurus, sebelum mengambil keputusan.

"Kalau untuk didekati, kami sudah didekati oleh pihak-pihak yang hendak maju, untuk mendapat dukungan di Munas besok. Tapi, kami belum bisa putuskan karena harus berdiskusi dulu dengan semua pengurus dan membahasnya," katanya.

Walau begitu, Djoko sudah mengantongi kriteria calon pemimpin, yang nantinya layak menduduki singgasana induk organisasi olahraga tanah air itu.

Benar saja, ia menilai, dalam periode mendatang, KONI Pusat butuh sosok yang bisa menggali dana dari luar APBN. 

Pemkot Yogya Minta KONI Segera Tetapkan Veneu Porda 2019

Pasalnya, dengan kondisi penganggaran APBN yang belum bisa dipastikan kejelasan besaran, serta kapan cairnya, maka keberadaan dana non APBN menjadi sangat penting.

Sebab, andai olahraga hanya andalkan APBN, dipastikan sulit untuk memenuhi semua kebutuhan anggaran.

"Kalau pola penganggarannya masih seperti sekarang, anggaran dari APBN belum pasti dan belum jelas, figur Ketum harus bisa cari non APBN. Ya, kalau pembinaan dananya masih menunggu-menunggu seperti ini, ya repot menjalankan programnya," cetusnya.

Sekadar informasi, melalui Munas mendatang, KONI Pusat hendak mencari pengganti bagi Ketum saat ini, Tono Suratman, yang habis masa jabatannya, pada bulan Oktober.

Akan tetapi, agenda harus diajukan karena berdekatan dengan persiapan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: aka
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved