Bantul

Festival Reog dan Jatilan Digelar di Watu Mabur Akhir Pekan Ini

Pada 2019 ini festival tersebut mengangkat tema Reog dan Jatilan Era Milenial sebagai Alternatif Bentuk Sajian Wisata DIY.

Festival Reog dan Jatilan Digelar di Watu Mabur Akhir Pekan Ini
TRIBUNJOGJA.COM / Amalia Nurul F
Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharja mengatakan festival reog dan jatilan ini selain sebagai daya tarik wisata juga sebagai konservasi budaya, Selasa (25/6/2019) siang. 

Jadi Muara Kesenian Jatilan dan Reog di DIY

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Pariwisata DIY akan menggelar Festival Reog dan Jatilan akhir pekan ini di obyek wisata Watu Mabur, Mangunan.

Pada 2019 ini festival tersebut mengangkat tema Reog dan Jatilan Era Milenial sebagai Alternatif Bentuk Sajian Wisata DIY.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Raharja menyebut, festival yang digelar pada Minggu 30 Juni ini untuk mendayagunakan produk kebudayaan yang banyak terdapat di DIY yakni reog dan jatilan.

Kesenian rakyat tersebut kata Singgih perlu diberikan satu wadah agar selalu berkembang.

Libatkan Ribuan Penari Jathilan, UNY Raih Rekor MURI

"Ini bagian dari memberikan ruang bagi seniman dan kebudayaan yang tergabung dalam kesenian tradisional kerakyatan. Hampir semua desa punya, sehingga ini sudah sangat familiar di masyarakat," ujarnya dalam jumpa pers, Selasa (25/6/2019) siang.

Lanjutnya, hampir tiap desa memiliki kesenian reog dan jatilan dilihat dari acara mesti desa atau dusun yang selalu menghadirkan kesenian tradisional ini.

"Ini yang menjadikan reog seni tradisi yang sangat familiar. Kami ingin ini menjadi momentum, kita tarik ke atas supaya ada muaranya," ujar Singgih.

Untuk itu, tak sekadar festival, kesenian reog dan jatilan ini juga dilombakan dengan total hadiah Rp90 juta.

Masing-masing kategori yakni jatilan dan reog sebesar Rp45 juta.

Halaman
123
Penulis: amg
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved