Yogyakarta

Pameran Tunggal, Timbul Raharjo Boyong 100 Karya

Seniman Timbul Raharjo bakal menggelar pameran tunggal keduanya di Yogyakarta pada 28 Juni hingga 7 Juli 2019 mendatang.

Pameran Tunggal, Timbul Raharjo Boyong 100 Karya
TRIBUNJOGJA.COM / Wahyu Setiawan
Timbul Raharjo (bertopi) saat menjelaskan pameran tunggalnya kepada awak media, Senin (24/6/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seniman Timbul Raharjo bakal menggelar pameran tunggal keduanya di Yogyakarta pada 28 Juni hingga 7 Juli 2019 mendatang.

Tak tanggung-tanggung, 100 karya bakal ia suguhkan di Taman Budaya Yogyakarta.

Timbul menjelaskan karyanya akan terbagi menjadi dua yakni dua dimensi dan tiga dimensi.

"Dalam pameran ini saya mencoba menampilkan karya dalam kurun waktu dua tahun ini," katanya kepada media, Senin (24/6/2019).

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

40 karya dua dimensi dan 60 karya tiga dimensi akan ditampilkan dengan mengusung tema Me, Myself and I.

Pameran ini merupakan menjadi pameran tunggalnya yang kedua dengan tema serupa yang pernah ia laksanakan dua tahun lalu di Jogja Gallery 2017 silam.

Karya-karya dalam dua tahun terakhir akan tersaji dengan beragam bentuk mulai karya kriya, patung, dan lukis.

"Dalam dunia seni rupa, saya berupaya untuk kreatif dan konsisten. Paham akan keadaan sosial termasuk interaksi dengan teman sesama perupa dan masyarakat. Penciptaan seni ini bagi saya adalah bagaimana mengkomunikasikan dengan masyarakat," tambahnya.

Pameran Godhong Suruh : Ingatkan Manusia Tentang Perbedaan yang Bisa Menjadi Kekuatan

Karya ini, kata Timbul merupakan representasi perjalanannya selama dua tahun termasuk bagaimana dirinya menyaksikan tren-tren seni di dunia internasional.

"Dalam berkarya untuk tidak terlalu idealis namun juga tidak terlalu menolak komersialisme, ditengah-tengah. Jadi ini menjadi representasi tren-tren seni yang pernah saya ketahui di berbagai negara," tandasnya.

Timbul menjelaskan karya dalam Me, Myself and I merupakan makna sebuah kehidupan yang menjadi sebuah bagian dari setiap manusia.

"Bagi saya berkarya adalah bagian hidup. Sebagai kreator kehidupan adalah bagaimana menghembuskan roh seni pada kreasi karya agar “hidup”, tidak terasa monoton. Hidup pun tidak sekadar mampir ngombe (sekejab) tetapi juga madhang (makan), rekreasi, bersosialisasi, berkembang biak, berkreasi, dan lainnya," tambanya. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved