Keluh Kesah Wanita Pekerja Seks Jika Lokalisasi Sunan Kuning Semarang Ditutup

PSK menolak rencana penutupan lokalisasi Sunan Kuning PSK menolak rencana penutupan lokalisasi Sunan Kuning

Keluh Kesah Wanita Pekerja Seks Jika Lokalisasi Sunan Kuning Semarang Ditutup
Tribun Jateng /Hermawan Handaka
Curhat PSK Layani hingga 15 Tamu di Sunan Kuning Menjelang Ditutup 

Pekerja seks komersial (PSK) yang sudah bekerja selama 10 tahun menumpahkan keresahannya terkait rencana Pemkot Semarang menutup lokalisasi Sunan Kuning.  PSK menolak rencana penutupan lokalisasi Sunan Kuning.

Sejumlah wanita pekerja seks (WPS) atau PSK menuturkan akan menjajakan diri di jalanan jika Resosialisasi Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning (SK) ditutup. Menurut mereka, tempat penampungan atau lokalisasi dianggap tepat.

Pekerja bisa diajak koordinasi dengan mudah. Dalam pengawasan dan kontrol kesehatan pun gampang. Kalau tidak, WPS akan menjadi liar, tidak ada pengawasan. Bisa berbisnis esek-esek di pinggir jalan, atau secara online (daring).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, siap melakukan operasi atau razia rutin.

"Kami akan gencarkan operasi rutin. Sepekan bisa dua kali," tegas Fajar.

Menurutnya, penyakit masyarakat tersebut harus diberantas.

Apalagi, praktik pelacuran di jalanan merupakan ilegal. Sehingga, ia tidak akan gentar.

Tahapan persiapan dan sosialisasi sudah dilakukan Pemkot Semarang.

Hanya tinggal melakukan eksekusi pada Agustus 2019 mendatang.

Dalam waktu dekat ini, akhir Juni, pihaknya akan merobohkan gapura Sunan Kuning.

Halaman
1234
Editor: iwe
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved