Sleman

Musim Kemarau, Petani di Sleman Mulai Tanam Komoditas yang Hemat Air

Memasuki musim kemarau, petani mulai menanam tembakau sebagai pengganti padi.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
SHUTTERSTOCK via kompas.com
Ilustrasi tanaman padi 

Ia pun menilai kualitas tembakau di Sleman terbilang bagus.

"Sleman kualitas tembakaunya itu cukup bagus, karena biasanya dipasok ke perusahaan-perusaahan rokok," imbuhnya.

Sementara itu Kepala Bidang Tanaman Pangan DP3 Sleman, Rofiq Andriyanto memaparkan, saat memasuki kemarau, pihaknya mengarahkan petani untuk menanam komoditas yang hemat air, seperti jagung, ketala atau tembakau.

Kendati sudah memasuki musim kemaru, namun masih ada lahan yang dialiri air di wilayah Sleman.

Karenanya, pihaknya pun mempercepat bantuan benih untuk keperluan 4000 hektare.

Adapun persebaran lahan jagung di wilayah Sleman berada di Kecamatan Prambanan, Kalasan dan Tempel.

Petani di Yogyakarta Diminta Cermat Menanam Saat Musim Kemarau

"Yang kita bantu itu benih padi dan jagung. Musuk musim kemarau pada Bulan Juli kita siapkan bantuan benih jagung yang lebih hemat air, itu untuk luasan sekitar 4.300 hektar," ujarnya.

Adapun selama musim kemarau ini pihaknya menargetkan produksi enam ton per hektare untuk padi, dan 6,5 ton per hektare untuk jagung.

Dan sesuai Program Kementerian Pertanian, ia menargetkan untuk periode April-September ada 19 ribu hektare luas tanam padi.

Sedangkan mulai dari April-Juni ini sudah tercapai 12 ribu hektare.

"Tinggal sedikit lagi, tapi itu juga berat karena airnya enggak ada," bebernya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved