Sleman

Musim Kemarau, Petani di Sleman Mulai Tanam Komoditas yang Hemat Air

Memasuki musim kemarau, petani mulai menanam tembakau sebagai pengganti padi.

Musim Kemarau, Petani di Sleman Mulai Tanam Komoditas yang Hemat Air
SHUTTERSTOCK via kompas.com
Ilustrasi tanaman padi 

TRIBUNJOGJA.COM - Memasuki musim kemarau, petani mulai menanam tembakau sebagai pengganti padi.

Tembakau merupakan satu dari beberapa alternatif untuk ditanam, karena tidak banyak membutuhkan air.

Seorang petani tembakau di Dusun Plataran, Desa Selomartani, Kalasan, Wawan, mengatakan masa tanam tembakau biasanya pada akhir Mei atau awal Juni.

Namun untuk tahun ini ia harus memundurkan masa tanam ke akhir juni.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

"Kemarin sedang sibuk berpuasa dan juga lebaran, jadi baru mulai menanam beberapa hari lalu," ujarnya saat ditemui Tribunjogja.com, Minggu (23/6/2019).

Ia sendiri memiliki luas lehan empat hektare untuk ditanami tembakau, dan setelah 70-80 hari daun sudah bisa dipetik.

Dari luasan tersebut, biasanya ia bisa memanen enam sampai sembilan kuintal kering tembakau.

Terpisah, Kepala Bidang Holtikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman, Edi Sri Harmanto mengatakan, tahun ini luas lahan tembakau di Kabupaaten Sleman berkisar 500 hektare.

Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Tempel, Seyegan, Ngaglik, Ngemplak dan Kalasan.

"Petani tembakau itu spesifik, jadi kalau tidak berpengalaman, mereka tidak berani. Untuk mengembangkan ke petani yang lain itu tidak mudah," bebernya.

Musim Kemarau, Elevasi Air di Waduk Sermo Mulai Menyusut

Ia mengatakan menanam tembakau sangat dipengaruhi musim dan biasanya petani mulai menanamnya pada Mei hingga akhir Juni.

Halaman
12
Penulis: nto
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved