Travel

Mengintip Goa Surocolo, Situs Bersejarah yang Tersembunyi di Bukit Poyahan Bantul

Konon goa ini pernah digunakan sebagai tempat persembunyian oleh Sunan Amangkurat Mas atau Sunan Amangkurat III.

Mengintip Goa Surocolo, Situs Bersejarah yang Tersembunyi di Bukit Poyahan Bantul
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Goa Surocolo, di Dusun Poyahan, Seloharjo, Pundong Bantul. Situs bersejarah yang menjadi cagar budaya dilindungi. 

Pada kompleks seputar Goa Surocolo ini ditemukan sejumlah batuan andesit yang diduga merupakan struktur candi.

Batuan tersebut berbentuk persegi dengan ukuran rata-rata panjang 90 cm, lebar 53 cm dan 22 cm.

Di bagian bawah goa, tepatnya di kaki bukit ditemukan mata air yang disebut dengan Sendang Surocolo.

Mata air tersebut telah dimanfaatkan dengan baik oleh warga masyarakat setempat untuk kebutuhan sehari-hari.

Lembah Ngingrong Tawarkan Wisata Susur Goa Horizontal

Pada komplek sendang ditemukan Jaladwara sebanyak dua buah dan sejumlah batuan candi.

Jaladwara yang ditemukan memiliki diameter 10 cm, tebal 15 cm, dan lebar 50 cm.

Sedangkan lubang di ujung Jaladwara memiliki diameter 10 cm.

"Satu di antara Jaladwara ini dulunya merupakan jalan air (semacam talang). Dari sumber air masuk ke dalam bak penampungan di bawahnya," tulis keterangan yang ada di kompleks situs tersebut.

Selain itu, di komplek situs Surocolo ini juga berdiri dua pohon raksasa, yakni Randu Alas dan Kepuh.

Kedua pohon tersebut ditaksir berusia ratusan tahun.

Situs Wadu Paa, Batu Berpahat Adikarya Sang Bima yang Masih Misterius

Untuk sampai ke tempat ini, dari Kota Yogyakarta bisa ditempuh menggunakan kendaraan dengan melintas di Jalan Parangtritis - Jembatan Kretek arah Goa Cerme.

Selanjutnya pengunjung dapat menuju Balai Desa Seloharjo Pundong kemudian Goa Surocolo atau Goa Sunan Mas.  (*)

Penulis: Ahmad Syarifudin
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved