Bantul

Hadapi Musim Kemarau, DPPKP Bantul Sarankan Petani Dapat Rekayasa Komoditas

Petani jangan hanya mengandalkan padi saja, tapi juga tanaman palawija yang dapat tumbuh baik saat musim kering.

Hadapi Musim Kemarau, DPPKP Bantul Sarankan Petani Dapat Rekayasa Komoditas
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Memasuki musim kemarau, beberapa wilayah Bantul mulai kekurangan air.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul, Pulung Haryadi pun mengimbau pada para petani agar merekayasa komoditas pertanian.

Katanya, petani jangan hanya mengandalkan padi saja, tapi juga tanaman palawija yang dapat tumbuh baik saat musim kering.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

"Dampak kekeringan ini kami mengimbau petani untuk rekayasa komoditas. Jangan hafalan, saya pesan betul, jangan padi, padi, padi. Yang memang airnya kurang alihkan ke palawija. Karena itu membutuhkan air sedikit," ujar Pulung pada Tribunjogja.com.

Sejauh ini, Pulung menerima laporan beberapa daerah yang sudah mengalami kekeringan di lahan pertanian.

"Yang rawan di Dlingo, Sedayu, Pajangan, yang sudah melaporkan tidak bisa tanam," ungkapnya.

Selain itu, perbaikan saluran irigasi saluran irigasi juga disarankan dilakukan di musim kemarau ini.

Musim Kemarau, Petani di Sleman Mulai Tanam Komoditas yang Hemat Air

"Kalau airnya bocor tentu saja tidak efektif. Juga, manfaatkan sumur bor. Tidak harus bantuan pemerintah, bisa swadaya," katanya.

DPPKP Bantul juga telah memberikan bantuan pompa air.

Pulung menyebut sejauh ini telah dibagikan 400-500 pompa air untuk para petani.

"Pompa-pompa yang sudah kita bantukan tolong diefektifkan untuk mengambil dari sungai. Yang sudah diberikan sekitar 400-500 sejauh ini. Kalau untuk tahun ini saja ada 8 pompa," tuturnya. (*)

Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved