Yogyakarta

Suhu Dingin Menerpa DIY, BMKG Sebut Ada 3 Penyebab

Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Staklim Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa menjelaskan ada 3 penyebab munculkan udara dingin akhir-akhir ini.

Suhu Dingin Menerpa DIY, BMKG Sebut Ada 3 Penyebab
bibliocuba.net
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Akhir-akhir ini, suhu udara di DIY terasa dingin. Kondisi tersebut terutama sangat terasa pada malam hingga pagi hari.

Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Staklim Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa menjelaskan ada 3 penyebab munculkan udara dingin akhir-akhir ini.

"Pertama, karena adanya pergerakan massa udara dari Australia, di mana udaranya dingin dan kering. Angin yang bertiup melewati Indonesia ini juga disebut sebagai Monsoon Dingin Australia," jelas Sigit melalui keterangan tertulisnya pada Jumat (21/06/2019).

Ini Sebabnya Tulang Terasa Ngilu Ketika Udara Dingin

Penyebab kedua yang semakin membuat udara dingin adalah sedikitnya awan.

Menurut Sigit, jika biasanya sinar matahari yang masuk ke bumi bisa tertahan oleh awan, kali ini terbuang kembali ke luar angkasa.

Akibatnya, panas yang biasanya juga tertahan turut hilang.

Terakhir, mengingat saat ini mulai musim kemarau, kandungan air di dalam tanah dan di udara menjadi rendah.

Calon Jemaah Haji Sleman Diimbau Waspadai Cuaca Terik

Hal tersebut dibuktikan dengan rendahnya kelembaban udara, menyebabkan suhu dingin yang kering.

Sigit memperkirakan kondisi udara dingin akan berlangsung hingga Agustus mendatang.

"Pada pantauan 5 hari terakhir ini saja, suhu udara paling rendah berkisar antara 18 hingga 20 derajat Celcius," ungkapnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Alexander Aprita
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved