Kisah Reno Penjual Mi Lidi Berdasi di Pekalongan, Tampil Necis Pikat Pembeli

Sutrisno (23), warga Perumahan Tanjung, Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, disibukkan dengan menggoreng mi lidi

Kisah Reno Penjual Mi Lidi Berdasi di Pekalongan, Tampil Necis Pikat Pembeli
(Kompas.com/Ari Himawan)
Sutrisno (kanan) pedagang mie lidi keliling saat melayani pembeli yang merupakan pekerja kantoran di sekitar Alun-Alun Kota Pekalongan Jawa Tengah. 

Kisah Reno Penjual Mi Lidi Berdasi di Pekalongan,

.

.

Sutrisno (kanan) pedagang mie lidi keliling saat melayani pembeli yang merupakan pekerja kantoran di sekitar Alun-Alun Kota Pekalongan Jawa Tengah.
Sutrisno (kanan) pedagang mie lidi keliling saat melayani pembeli yang merupakan pekerja kantoran di sekitar Alun-Alun Kota Pekalongan Jawa Tengah. ((Kompas.com/Ari Himawan))

SETIAP pagi, Sutrisno (23), warga Perumahan Tanjung, Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, disibukkan dengan menggoreng mi lidi. Ditemui Kompas.com di rumahnya, bersama ibu dan adiknya, ia sedang menyiapkan barang dagangannya yang akan dijajakan pada sore hari.

Dengan rapi, mi lidi dibungkus satu per satu ke dalam plastik.

Ada yang seharga Rp 1.000 dan ada yang Rp 2.000 per plastiknya.

Setelah menggoreng dan menyiapkan mi lidi yang dibungkus satu per satu dari pukul 10.00-13.00 WIB, saatnya Sutrisno mandi dan bersiap untuk menjajakan barang dagangannya.

Bercinta di Kursi Pesawat, Sepasang Kekasih Langsung Ditangkap saat Mendarat

Pemuda yang mempunyai tinggi badan 175 sentimeter dan berkulit putih itu memasukkan satu persatu barang dagannya kedalam boks yang ada di belakang sepeda motor.

Ia tidak lupa menyiapkan bumbu mi lidi yang menjadi pilihan pembeli.

Yang menarik, ketika Reno, panggilan akrabnya, akan berkeliling menjual barang dagangan, ia memakai kemeja putih, berdasi merah dan sepatu pantofel layaknya orang kantoran.

Halaman
123
Editor: iwe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved