Yogyakarta

DPRD DIY Godok Raperda Pengembangan Perumahan dan Permukiman

Raperda ini diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan seperti masih banyaknya rumah tak layak huni dan ribuan warga yang masih kontrak rumah.

DPRD DIY Godok Raperda Pengembangan Perumahan dan Permukiman
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Kalangan legislatif tengah menggodok Rancangan Peraturan daerah tentang rencana pembangunan dan pengembangan perumahan dan kawasan permukiman Daerah Istimewa Yogyakarta 2019-2039.

Raperda ini diharapkan dapat menjawab berbagai persoalan seperti masih banyaknya rumah tak layak huni dan sedikitnya 245.939 warga Yogyakarta masih sewa atau kontrak rumah.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Hal tersebut dikatakan oleh Juru Bicara Fraksi PAN DPRD DIY, Agus Sumaryanto yang mengatakan 245. 939 warha belum memiliki tempat tinggal pribadi.

Status tempat tinggal warga DIY saat ini masih kontrak atau sewa.

"Selain itu, jumlah rumah tidak layak huni juga cukup tinggi, mencapai 65. 578 unit. Ini yang menjadi persoalan yang harus diselesaikan bersama, " ujarnya pada Tribunjogja.com belum lama ini.

Dewan dan Eksekutif Setujui Raperda RTRW DIY

Menurut Agus, masalah perumahan dan kawasan permukiman tersebut mendesak untuk mendapatkan solusi.

Dia juga menambahkan Backlog atau kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan juga cukup tinggi.

"Berdasar data sebagaimana dikutip dalam naskah akademik Raperda ini bahwa back log kepemilikan sebanyak 252. 753 sementara untuk battle of penggunaan sebesar 88. 568, "urainya. (*)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved