Gunungkidul

Antisipasi Gagal Panen, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Sekolahkan 20 PPL ke BMKG

Hal tersebut dilakukan agar para petugas paham betul mengenai cuaca karena saat ini cuaca sulit untuk diprediksi.

Antisipasi Gagal Panen, Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Sekolahkan 20 PPL ke BMKG
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Gunungkidul 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul kirim 20 petugas Penyuluh Pertanian (PPL) untuk menjalani sekolah iklim bersama dengan BMKG.

Hal tersebut dilakukan agar para petugas paham betul mengenai cuaca karena saat ini cuaca sulit untuk diprediksi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto, dari tahun lalu cuaca sulit untuk diprediksi sehingga membuat para petani sering salah memprediksi cuaca.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Hal ini pun berdampak pada hasil panen.

"Ada 400 hektar yang mengalami gagal panen karena musim kemarau datang lebih cepat dibandingkan tahun lalu. 400 hektar lahan tersebar di 10 kecamatan di Gunungkidul," ucapnya pada Tribunjogja.com, Jumat (21/6/2019).

Untuk mengatasi kesalahan prediksi cuaca satu diantara upaya yang dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Pangan adalah mengirim 20 petugas untuk mngikuti pelatihan sekolah iklim yang rencananya berjalan pada tanggal 25-27 Juni mendatang.

"Harapannya hasil dari pelatihan ini petugas lapangan bisa mengetahui tanda-tanda dan cara antisipasi saat terjadi cuaca yang tidak menentu, ilmu yang didapatkan ini juga bisa diinformasikan kepada petani sehingga tidak mengalami kerugian akibat adanya perubahan iklim secara cepat," katanya.

15 Kecamatan di Kabupaten Gunungkidul Berpotensi Terdampak Kekeringan

Pihaknya juga mengajak petani untuk mengikuti asuransi pertanian jika sewaktu-waktu petani mengalami gagal panen bisamendapatkan ganti rugi.

Bambang menambahkan, untuk memotivasi petani yang terkena dampak kekeringan, dirinya bersama jajarannya melakukan panen padi di beberapa lokasi.

Selain itu, tujuan dari penen tersebut adalah untuk mengetahui hasil panen musim tanam kedua sebagai bagian dari penyusunan angka produksi padi tahun 2019.

"Setelah panen di Gedangsari pada tanggal 17 Juni 2019 di Dusun Ngasinan Hargomulyo dengan hasil 5,3 ton per ha, pada hari Jumat 21 Juni 2019 panen dilanjutkan ke Ngawen dan Semin," katanya.

Bakti Religi Polri, Kapolres Gunungkidul Terjun Bersih-bersih Tempat Ibadah

Sementara itu Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Raharjo Yuwono mengungkapkan hingga saat ini minat petani untuk mengikuti asuransi masih tergolong rendah.

"Pada tahun lalu tidak ada satupun petani yang mengikuti program asuransi pertanian. minat petani untuk ikut dalam asuransi tani masih sangat rendah. Kami akan terus melakukan sosialisasi terkait dengan partisipasi asuransi pertanian kepada masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh para petani utuk mengikuti asuransi pertanian satu diantaranya adalah minimal petani harus memiliki lahan seluas satu hektar. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved