Yogyakarta

Nelayan di Pantai Selatan Yogyakarta Dihimbau Tak Melaut Saat Gelombang Tinggi

DKP DIY tetap menghimbau para nelayan di wilayah pantai selatan DIY untuk mematuhi peringatan BMKG terkait gelombang tinggi.

Nelayan di Pantai Selatan Yogyakarta Dihimbau Tak Melaut Saat Gelombang Tinggi
Tribun Jogja/Wisang Seto Pangaribowo
Sejumlah nelayan di Pantai Baron, Gunungkidul mengamankan perahu miliknya dari terjangan gelombang tinggi yang menerjang sejak Selasa (11/6/2019) dinihari. 

Hal ini lantaran, perahu nelayan rawan saling bertabrakan. 

Gelombang Tinggi, Nelayan Pantai Congot Kulon Progo Banting Dayung Jadi Perahu Wisata

Kepala Unit Analisa dan Prakiraan Cuaca Stasiun Klimatologi Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa menjelaskan gelombang tinggi ini pun diprediksi masih fluktuatif terjadi hingga Agustus. 

Dari analisis yang dilakukan pihaknya, hal itu rutin terjadi setiap musim kemarau.

Setiap bulan Juni, Juli, Agustus gelombang tinggi ini menguat, bahkan pada tahun lalu gelombang tinggi mencapai sekitar 5 hingga 7 meter.

Sigit menjelaskan, gelombang tinggi terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan antara benua Australia sebagai pusat tekanan udara tinggi yang mencapai 1.027 milibar dengan benua Asia sebagai pusat tekanan udara rendah dengan tekanan 1. 004 milibar.

“Perbedaan udara yang cukup besar berdampak peningkatan kecepatan angin yang kemudian mengakibatkan gelombang tinggi di laut selatan Jawa. Angin dari Australia menuju Asia meningkat kecepatannya dan melewati Samudera Hindia sehingga gelombang tinggi ini juga terasa di DIY,” urainya.

Tak Melaut Lantaran Ombak Tinggi, Nelayan Bantul Pilih Perbaiki Perahu dan Jaring

Atas hal ini, pihaknya mengimbau masyarakat yang beraktivitas di dekat laut untuk berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi imbauan petugas. 

Bagi wisatawan diimbau menjauhi bibir pantai dan tidak mandi di laut.

Adapun untuk nelayan agar untuk sementara waktu libur melaut hingga gelombang normal kembali.

“Begitu pula pelaku usaha di wilayah pantai untuk mewaspadai potensi gelombang pasang ke darat. Hal ini bisa mengenai warung atau tempat usaha mereka,” katanya.

Selain itu, kata dia, masyarakat juga harus memperhatikan arahan dan himbauan dari petugas SAR di masing-masing wilayah.

Pihaknya pun meminta agar masyarakat bisa mengupdate info gelombang tinggi ini dari web BMKG maupun media sosial.

“Kami juga terus mengupdate informasi ini,” ujarnya. (*)

Penulis: ais
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved