Kota Yogya

Menyasar Indraprasta-HOS Cokroaminoto, Pekerjaan Drainase di Kota Yogya Dilakukan Bertahap

Pemilihan lokasi Jalan Indraprasta sebagai titik pertama yang dikerjakan setelah Lebaran merupakan masukan dari warga setempat.

Menyasar Indraprasta-HOS Cokroaminoto, Pekerjaan Drainase di Kota Yogya Dilakukan Bertahap
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pekerjaan fisik seusai libur Lebaran kembali dilakukan.

Satu di antaranya adalah pembangunan proyek drainase yang berada di Jalan Indraprasta telah dimulai sejak 17 Juni 2019 lalu.

Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Aki Lukman menjelaskan bahwa pemilihan lokasi Jalan Indraprasta sebagai titik pertama yang dikerjakan setelah Lebaran merupakan masukan dari warga setempat.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

"Indraprasta diusulkan warga karena merupakan jalan yang langganan banjir setiap tahun. Di sini juga merupakan titik genangan terendah. Kita bangun drainase di sini untuk nantinya kami alirkan ke Sungai Winongo," bebernya pada Tribunjogja.com, Kamis (20/6/2019).

Aki menjelaskan tahapan selanjutnya yang dilakukan di Jalan Indraprasta adalah membongkar jalan dengan alat berat, pemasangan box drainase, pengecoran, hingga tahap terakhir adalah pengaspalan.

"Kalau indraprasta sudah selesai, lanjut ke HOS Cokroaminoto," ucapnya.

Berbeda dengan Jalan Indraprasta yang tidak terlalu ramai, Aki mengatakan bahwa kondisi di HOS Cokroaminoto sangat kompleks.

Mulai dari kepadatan jalan hingga jaringan bawah tanah yang meliputi saluran PDAM, limbah, dan drainase itu sendiri.

Proyek Saluran Drainase Jagalan Terkendala Saluran Limbah

"Estimasi pengerjaan drainase di HOS Cokroaminoto adalah 3 minggu karena ada limbah dan PDAM juga. Itu jangan sampai kena Bego, bisa terputus nanti jaringannya karena di sisi timur ada PDAM dan barat ada limbah," terangnya.

Ia membeberkan bahwa jaringan pipa PDAM memiliki kedalaman 1,5 meter di bawah permukaan tanah sehingga pihaknya harus menempatkan saluran drainase di bawah pipa tersebut.

"Box kita ukuran 1,5x1,5 meter, kita harus di bawahnya pipa. Kalau terjadi cross, maka harus lebih dalam. Kalau saluran limbah bisa di bawah saja karena ukurannya kecil," ucapnya.

Proses pengerjaan drainase di HOS Cokroaminoto dijelaskan Aki akan menutup jalan, khususnya di simpang tiga HOS Cokroaminoto yang berada dekat dengan Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Tapi waktunya kapan, saya belum bisa memastikan karena saat ini masih menyelesaikan drainase di Indraprasta. Begitu Indraprasta selesai, pindah ke HOS Cokroaminoto, lalu pindah ke Pembela Tanah Air," urainya.(*) 

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved