KPU Pastikan Amplop yang Jadi Bukti Paslon 02 Tak Pernah Dipakai karena Tak Ada Bekas Lem

KPU membawa amplop baru untuk dibandingkan dengan amplop yang ditemukan saksi Prabowo-Sandi. Bedanya, tidak ada bekas lem dan bekas segel

KPU Pastikan Amplop yang Jadi Bukti Paslon 02 Tak Pernah Dipakai karena Tak Ada Bekas Lem
Antara Foto/Hafidz Muabarak A
Sejumlah saksi dari pihak BPN Prabowo-Sandi setelah diambil sumpahnya saat sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) presiden dan wakil presiden di Gedung Mahkamah Konstitusi 

TRIBUNJOGJA.COM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membawa amplop baru untuk dibandingkan dengan amplop yang ditemukan saksi Prabowo-Sandi dalam sidang sengketa pilpres Rabu (19/6/2019) kemarin, Beti Kristiana.

Komisioner KPU, Hasyim Asyari mengantar amplop tersebut ke hadapan Majelis Hakim dan mendeskripsikan perbedaannya.

"Yang ditemukan kemarin di kolom titik-titik lembar ini karena kosong dalam pandangan kami tidak pernah dipakai untuk apa-apa. Kalau yang disampaikan saksi tidak ada bekas lem, bekas segel," ujar Hasyim di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jalan Medan Merdeka Barat, Kamis (20/6/2019).

Saksi Ahli Sebut Kesalahan Entri Data di Situng KPU Berdampak pada Kedua Capres

Tim hukum pemohon dan pihak terkait juga maju ke tengah ruangan untuk melihat amplop-amplop itu.

Hasyim mengatakan, ada kode-kode tertentu di tiap amplop yang menunjukan fungsinya. Kode tertentu menunjukan bahwa amplop tersebut untuk menyimpan salinan form C1.

Kemudian ada kode lain yang menunjukkan amplop itu untuk menyimpan surat suara sah. Namun, di sampul amplop tersebut terdapat keterangan mengenai jumlah lembar di dalamnya.

Hasyim mengatakan keterangan mengenai jumlah lembar ini kosong. Artinya amplop tersebut tidak pernah digunakan untuk apa-apa.

Selain itu juga tidak ada bekas lem pada amplop itu.

KPU Curiga pada Bukti yang Dibawa Saksi BPN Prabowo di Sidang Sengketa Pilpres 2019

Sebelumnya, saksi Prabowo-Sandiaga, Beti Kristiana menunjukkan bukti berupa sejumlah amplop cokelat yang dia duga digunakan pada pemilihan umum 17 April 2019.

Menurut Beti, amplop itu merupakan pembungkus formulir C1. Beti mengatakan, amplop dalam jumlah banyak itu ditemukan di tempat sampah di sebuah kecamatan di Boyolali, kemudian diserahkan ke tim pemenangan Prabowo-Sandi.

Beti mengumpulkan amplop tersebut karena diduga sebagai dokumen penting. Dia kemudian menunjukan amplop itu saat menjadi saksi dalam sidang kemarin.

Kemarin, hakim meminta KPU sebagai pihak termohon untuk membawa bukti pembanding dalam persidangan berikutnya. (Jessi Carina)

.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPU: Amplop yang Dibawa Saksi 02 Tak Pernah Dipakai karena Tak Ada Bekas Lem"

Editor: iwanoganapriansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved