Kota Yogya

Kemenag Kota Yogya Dorong Masjid Lakukan Pembinaan Keluarga

Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta mendorong masjid-masjid ikut melakukan pembinaan keluarga.

Kemenag Kota Yogya Dorong Masjid Lakukan Pembinaan Keluarga
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Yogya 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta mendorong masjid-masjid ikut melakukan pembinaan keluarga.

Kepala Seksi Binmas Islam Kemenag Kota Yogyakarta, Maskur Ashari mengatakan selama ini masih fokus pada kegiatan keagamaan, namun belum mempertimbangkan ketahanan keluarga.

"Saat ini masjid-masjid kurang peduli,lebih pada keagamaan. Maka kita ingin kembangkan ketahanan keluarga berbasis masjid.Sudah beberapa masjid yang kita coba. Sekarang ini memang sudah saatnya masjid juga memberikan pembinaan keluarga," katanya pada Tribunjogja.com, Kamis (20/6/2019).

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Menurutnya pembinaan terhadap keluarga sangat penting.

Melalui pembinaan keluarga, diharapkan calon pengantin bisa memiliki gambaran pernikahan.

Ia menjelaskan bahwa Kemenag Kota Yogyakarta juga mengadakan bimbingan pra nikah,meski demikian terdapat keterbatasan anggaran.

"Kami dibatasi 20 angkatan saja, satu angkatan ada 25 pasangan. Sehingga bagi calon pengantin yang tidak bisa mengikuti,bisa mengikuti di beberapa tempat yang sudah bekerjasama dengan kami. Bimbingan ini sifatnya wajib," jelasnya.

"Karena keterbatasan itu,maka kami juga mendorong supaya masjid memiliki kepedulian pembinaan keluarga. Supaya pasangan baru tidak kaget setelah menikah,dan tentu ini untuk menekan perceraian," sambungnya.

Mahasiswa UNY Berikan Pendampingan Gerakan Antikorupsi Berbasis Keluarga di Kelurahan Prenggan

Namun demikian,pembinaan keluarga tersebut tetap harus dari fasilitator yang sudah bersertifikat.

Fasilitator tersebut juga harus mengikuti bimbingan teknis bersama Kemenag Kota Yogyakarta, dan mendapat sertifikat.

Hal itu supaya bimbingan pernikahan bisa membawa keluarga baru menjadi keluarga yang sakinah.

Selain harus memiliki sertifikat dan mengikuti bimbingan teknis, perlu pula dilakukan akreditasi.

Sehingga bisa menjadi lembaga yang digandeng oleh Kemenag.

"Harapan kami ormas-ormas juga bisa membuat pendampingan keluarga seperti ini. Karena selama ini cuma tiga lembaga yang bekerjasama dengan kami,"tutupnya. (*)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved