Gunungkidul

Bupati Gunungkidul Perintahkan SKTM Direvisi

Bupati Gunungkidul, Badingah telah memanggil Dinas Sosial untuk merevisi perkataan yang diniai kurang etis bagi masyarakat Gunungkidul.

Bupati Gunungkidul Perintahkan SKTM Direvisi
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Bupati Gunungkidul, Badingah 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Munculnya polemik surat pernyataan pada Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) miskin beberapa waktu lalu yang bahasanya dirasa kurang etis yaitu terdapat kata-kata 'kutukan', Bupati Gunungkidul, Badingah telah memanggil Dinas Sosial untuk merevisi perkataan yang diniai kurang etis bagi masyarakat Gunungkidul.

"Saya sudah memanggil kepala Dinas Sosial untuk segera merevisi surat pernyataan miskin, revisi itu bertujuan untuk memperhalus kata-kata pada surat pernyataan itu," katanya saat ditemui Tribunjogja.com, Kamis (19/6/2019).

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Dirinya menghimbau kepada Dinas Sosial untuk menggunakan kata-kata yang menyejukkan bagi masyarakat Gunungkidul.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk memberikan data yang sebenar-benarnya dalam memberikan pernyataan

"Kalau revisi dari dinas sosial belum saya terima," imbuhnya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul, Siwi Irianti mengatakan pihaknya telah membuat draft surat pernyataan miskin yang nantinya akan diajukan kepada Bupati Gunungkidul.

Gubernur DIY Minta Pemkab Gunungkidul Percepat Pembangunan Kawasan Selatan

"Kami telah membuat dua draft yang nantinya akan diajukan ke Bupati. Tinggal mana nanti yang dikehendaki oleh bupati (Badingah)," katanya.

Sebelumnya, Dinas Sosial Gunungkidul menerbitkan surat dengan tujuan tertib administrasi terhitung sejak 1 Maret 2019.

Penerbitan tersebut berpedoman pada Peraturan Bupati No 98 Tahun 2017 tentang strategi penanggulangan kemiskinan daerah Kabupaten Gunungkidul taun 2017-2022.

Di dalam Surat pernyataan miskin tersebut terdapat sumpah bagi masyarakat untuk seluruh agama seperti Islam, Katholik, Kristen, Hindu, dan Budha. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved