Kulon Progo

Penutupan Saluran Irigasi Pekik Jamal hingga Akhir Tahun

Saluran irigasi Pekik Jamal ditutup total mulai pertengahan Juni ini hingga akhir tahun 2019 nanti.

Penutupan Saluran Irigasi Pekik Jamal hingga Akhir Tahun
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Saluran irigasi Pekik Jamal ditutup total mulai pertengahan Juni ini hingga akhir tahun 2019 nanti.

Hal itu sehubungan adanya pekerjaan perbaikan tanggul Sungai Serang, khususnya di hulu bendung.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, perbaikan irigasi Pekik Jamal ini menjadi bagian dari proyek revitalisasi Sungai Serang oleh Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO).

Penutupan saluran juga telah didahului dengan penngeringan dan pengurasan air di irigasi tersebut sejak beberapa waktu belakangan.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulon Progo mengatakan hal itu sudah disosialisasikan kepada masyarakat dan disetujui dalam rapat Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Pekik Jamal yang diikuti semua ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A).

Aktivitas pertanian dipastikan juga tidak akan terganggu.

"Hasil produksi pertanian di area sawah yang teraliri irigasi tersebut tidak akan terpengaruh karena sekarang sedang masa tanam ketiga untuk palawija yang tidak membutuhkan banyak air," jelas Kepala DPUPKP Kulon Progo, Gusdi Hartono, Rabu (19/6/2019).

Disebutnya, proyek revitalisasi saluran irigasi Pekik Jamal dimungkinkan selesai dalam tiga bulan ke depan atau sekitar September.

Bupati Kulon Progo : Perbankan Daerah Harus Mampu Dongkrak Ekonomi Masyarakat

Meski, targetnya rampung di akhir 2019.

Kasi Konservasi Sumber Daya Air, DPUPKP Kulon Progo, Kuntarso mengatakan, penutupan irigasi dilakukan pada pertengahan Juni dengan pertimbangan agar petani tetap bisa tanam padi pada MT II golongan II.

Adapun area sawah di sekitar Pekik Jamal masuk pada MT I golongan II dengan penanaman padi sudah sejak awal April lalu dalam luasan 1.087 hektare.

"Ketersediaan air saat ini cukup hingga pertengahan Juni nanti. Petani akan kembali menanam padi pada 1 Agustus," katanya. (*)

Penulis: ing
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved