Kesehatan

Pentingnya Memahami Risiko Konsumsi Daging Setengah Matang

Banyak orang mengabaikan risiko mengonsumsi daging mentah karena menganggap rasanya yang sepadan dengan risikonya.

Pentingnya Memahami Risiko Konsumsi Daging Setengah Matang
via Kompas.com
ilustrasi daging 

TRIBUNJOGJA.COM - Banyak orang ketika memesan steak atau pun burger lebih menyukai jika dagingnya dibuat setengah matang atau agak mentah supaya tidak keras digigit.

Demikian pula halnya dengan sate.

Padahal, daging yang tidak dimasak dengan matang benar bisa berbahaya bagi kesehatan.

Awas! Makan Malam Terlalu Larut Bisa Pengaruhi Daya Ingat

" Daging mentah masih mengandung bakteri dan berbahaya bagi kesehatan," kata pakar keamanan pangan Jeff Nelken.

Bakteri, seperti salmonella atau E.coli, bisa saja terdapat di dalamnya.

Sering Disepelekan, Begini Cara Paling Aman Mengolah Daging Ayam

Meski produsen makanan atau restoran yang menjual olahan daging mentah memiliki jaminan akan kebersihan dalam pengolahannya, bakteri bisa saja masuk ke dalam makanan selama proses produksi.

Menurut Nelken, selama ini banyak orang berpikir hanya daging ayam saja yang kurang aman saat dikonsumsi dalam keadaan mentah.

Kenyataannya, unggas memang berisiko lebih tinggi mengandung salmonella. Tapi, daging babi dan sapi memiliki risiko lebih besar mengandung bakteri E.coli.

Orang yang mengalami keracunan makanan karena bakteri dapat mengalami diare bercampur darah, kram perut dan muntah selama seminggu.

Mengenal ‘Lem Daging’, Enzim Kontroversial yang Banyak Digunakan pada Makanan Olahan

Cara aman konsumsi daging mentah

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved