Gunungkidul

Pelaku Perusakan Surat Suara di Gunungkidul Dituntut 1 Bulan Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menjelaskan terdakwa bersalah karena melanggar Pasal 531 Undang-undang no 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum.

Pelaku Perusakan Surat Suara di Gunungkidul Dituntut 1 Bulan Penjara
NET | Google Images
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Pengadilan Negeri Gunungkidul membacakan tuntutan kepada Mahardika Wirabuana Krisnamurti (21) terdakwa kasus perusakan dan pembakaran di TPS 09, Dusun Jaranmati, Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo pada pemilu 2019 lalu.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, terdakwa dituntut 1 bulan penjara dan denda sebesar Rp 1 juta, subsider 1 bulan dalam sidang lanjutan di PN Gunungkidul, Rabu (19/6/2019).

Dalam sidang kali ini, Majelis Hakim Diketuai oleh Trijoko Yohanes Gentar Pamungkas SH, dan dua hakim Anggota, Agung Budi Setyawan SH dan Melia Nur Pratiwi SH.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Ari Hani Saputri, menjelaskan terdakwa bersalah karena melanggar Pasal 531 Undang-undang no 7 tahun 2017 tentang pemilihan umum.

Ari menjelaskan ada beberapa poin yang meringankan tuntutan terdakwa yaitu terdakwa bersikap kooperatif, tidak berbelit-belit, dan mengaku terus terang ditambah lagi terdakwa telah menyesali perbuatannya.

"Terdakwa sudah mengakui perbuatannya, dan merasa menyesal. Ditambah lagi perbuatannya tidak sampai menimbulkan gejolak politik, memang perbuatannya sempat mengganggu jalannya Pemilu tetapi setelah kejadian itu pemilu tetap berlanjut," katanya.

Pembakar Surat Suara di Gunungkidul Mulai Disidangkan

Ari menuturkan Sidang akan dilanjutkan pada hari Kamis (20/6/2019), dengan agenda penyampaian pembelaan terdakwa.

Sementara itu Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran, Bawaslu Gunungkidul Sudarmanto, mengatakan sesuai dengan perundangan sidang maksimal tujuh hari.

"Kemungkinan Jumat (21/6/2019) tetapi kalaupun meleset paling lambat pada hari Senin sudah selesai karena hari terakhir pada Senin mendatang, Sabtu dan Minggu kan dihitung libur jadi tujuh harinya jatuh pada senin," pungkasnya. (*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved