Bantul

Jumlah Wisatawan di Bantul Saat Libur Lebaran Lampaui Target

Kunjungan wisatawan jalur retribusi di Bantul pada libur Lebaran lalu mencapai 323.000 orang.

Jumlah Wisatawan di Bantul Saat Libur Lebaran Lampaui Target
Tribun Jogja/Amalia Nurul Fathonaty
Bendi wisata di Pantai Parangtritis sepi peminat dibanding tahun lalu. Minggu (9/6/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Kunjungan wisatawan jalur retribusi di Bantul pada libur Lebaran lalu mencapai 323.000 orang.

Jumlah tersebut melampaui target yakni 269.000 wisatawan.

Jumlah paling banyak yakni wisatawan obyek wisata Pantai Parangtritis sejumlah 170.000 orang.

Disusul Pantai Samas dan sekitarnya sejumlah 55.000 orang.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Sedangkan untuk pengunjung wisata Goa Selarong dan Goa Cerme sekitar 4.000 orang.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo mengatakan, pada tahun 2018 jumlah kunjungan wisatawan baik retribusi maupun non retribusi mencapai 9,3 juta.

Jumlah bertambah dari tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 8 juta.

"Tersebar tidak hanya di obyek retribusi. Hanya saja di Bantul untuk wisatawan manca negara kunjungannya termasuk kecil kalah dengan Kota Yogya, Sleman dan sebagainya," ujarnya pada Tribunjogja.com.

"Persentasenya kecil hanya lima persen, lebih banyak wisatawan domestik. Hanya sekitar 700 ribu per tahun," sambungnya.

DIY Dikunjungi 1,3 Juta Wisatawan Selama Libur Lebaran, Pantai Parangtritis Jadi yang Paling Ramai

Untuk lebih menarik wisatawan manca negara, wisata berbasis masyarakat dan budaya akan lebih dikembangkan. 

"Kita juga melihat tren, seperti di Tembi itu wisatawan asing banyak di sana. Artinya wisata di desa itu menjadi pilihan. Mudah-mudahan dengan cara seperti itu pertumbuhan wisatawan asing di Bantul semakin bagus," katanya.

Meski masing-masing daerah juga ingin menggaet wisatawan asing, Kwintarto yakin dengan kekhasan yang dimiliki Bantul dapat menjadikan Bantul pilihan utama berwisata.

Hal tersebut perlu didukung dengan pelayanan yang baik.

"Selama pelayanan kita belum baik, mimpi menggaet wisatawan asing semakin jauh. Kita paham betul, beberapa karakter wisatawan, pelayanan itu nomor satu sekalipun di tempat-tempat sederhana," tuturnya.(*)

Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved