Forpi Kota Yogyakarta Ingatkan Guru Tak Boleh Terima Gratifikasi dari Orangtua dan Wali Murid

Pemberian barang ini sebagai tanda ucapan terima kasih dari orangtua/wali kelas ke guru selama satu tahun.

Forpi Kota Yogyakarta Ingatkan Guru Tak Boleh Terima Gratifikasi dari Orangtua dan Wali Murid
Tribun Jogja/ Wahyu Setiawan Nugroho
Baharuddin Kamba Koordinator Forpi Kota Yogyakarta saat ditemui TribunJogja.com, Senin (17/6/2019) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Memasuki musim pembagian rapor kenaikan kelas di sekolah, Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta mengingatkan adanya potensi pemberian barang atau gratifikasi dari orangtua/wali murid pada guru atau wali kelas.

Pemberian barang ini sebagai tanda ucapan terima kasih dari orangtua/wali kelas ke guru selama satu tahun.

"Padahal, pemberian barang itu dalam bentuk apapun jelas tidak dapat dibenarkan oleh aturan karena masuk dalam kategori gratifikasi," terang Baharuddin Kamba, Koordinator Forpi Kota Yogyakarta kepada TribunJogja.com, Selasa (18/6/2019) lewat keterangan tertulisnya.

Padahal jika merujuk pada pasal 12B Undang-undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, pengertian dari gratifikasi adalah pemberian dalam arti luas, yakni pemberian uang, barang, rabat (diskon), komisi, pemberian pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas perjalanan, penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma dan fasilitas lainnya.

Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam maupun di luar negeri.

Dan dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik maupun tanpa sarana elektronik.

Tahun lalu, dari pemantauan Forpi Kota Yogyakarta ditemukan masih adanya pemberian barang dari orangtua/wali murid kepada guru saat pembagian rapor kenaikan kelas.

Menurut Forpi, hal ini yang harus diawasi bersama termasuk dari inspektorat Kota Yogyakarta sesuai dengan kewenangannya juga turut mengawasinya selain dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta.

Untuk itu Forpi Kota Yogyakarta mendorong Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta untuk mengeluarkan semacam iimbauan sekaligus peringatan berupa Surat Edaran (SE) kepada pihak sekolah, terkait larangan untuk pemberian maupun penerimaan bingkisan dalam bentuk barang dan/atau lainnya dilingkungan sekolah dengan alasan apapun khususnya saat pembagian rapor kenaikan kelas.

"Hal ini penting untuk dilakukan sebagai bagian dari intergritas dan apabila ada ditemukannya adanya pemberian maupun penerimaan barang dan/atau lainnya dari orangtua/wali murid ke pihak sekolah dalam hal ini guru, maka sanksi tegas harus diberikan," tandas Kamba.

Maka dari itu pendirian posko PPDB yang dibuka ada di Forpi Kota Yogyakarta merupakan bagian dari pemantauan atas pemberian dan penerimaan dari orangtua/wali murid ke pihak sekolah dalam hal ini guru saat pembagian rapor kenaikan kelas. (*)

Penulis: Wahyu Setiawan Nugroho
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved