Pendidikan

20 Sekolah Dasar di Kota Magelang Masih Kekurangan Siswa Baru

Kekurangan ini disebabkan oleh zonasi, tetapi lebih banyak karena kurangnya jumlah penduduk usia sekolah, sementara jumlah sekolah juga cukup banyak.

20 Sekolah Dasar di Kota Magelang Masih Kekurangan Siswa Baru
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Taufiq Nurbakin. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SD dan SMP di Kota Magelang telah selesai.

Namun, ada 20 Sekolah Dasar (SD) Negeri di Kota Magelang yang masih kekurangan siswa baru.

Kekurangan ini disebabkan oleh zonasi, tetapi lebih banyak karena kurangnya jumlah penduduk usia sekolah, sementara jumlah sekolah juga cukup banyak.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Magelang, Taufiq Nurbakin, Rabu (19/6/2019).

Ia mengatakan, ada kurang lebih 20 SD yang belum terisi. Jumlah siswa di bawah standar minimal.

Standar minimal satu kelas seharusnya berjumlah 20-28 siswa.

Namun saat tahun ajaran 2019/2020 ini, siswa baru yang mendaftar di sekolah tersebut masih di bawah 20 siswa.

"Kami menemukan masih ada sekolah dasar yang kekurangan siswa baru. Ada kurang lebih 20 sekolah masih di bawah standar minimal. Siswa baru yang mendaftar di sekolah tersebut, ada yang 11 siswa, ada yang 15 siswa. Sementara SD kan berkisar 20-28 siswa," kata Taufiq, Rabu (19/6/2019) kepada wartawan usai acara halal bihalal guru SD-SMP dan SMA/SMK di GOR Samapta Kota Magelang.

Orangtua Siswa Datangi Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Lantaran Masih Bingung Soal PPDB

Lanjut Taufiq, sedikitnya jumlah siswa baru yang mendaftar ini tak sebanding dengan jumlah sekolah yang ada.

Halaman
12
Penulis: rfk
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved