Bisnis

Potensi Bisnis yang Bisa Diraih Indonesia di Tengah Perang Dagang

Thomas mengatakan, sudah banyak pengusaha yang buka pabrik di China juga ekspansi ke Indonesia, Vietnam, dan negara Asia Tenggara lainnya.

Potensi Bisnis yang Bisa Diraih Indonesia di Tengah Perang Dagang
KOMPAS.com/AMBARANIE NADIA KEMALA
Kepala BKPM Thomas Lembong di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (17/6/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Perang dagang antara Amerika Serikat dan China memang sangat besar dampaknya terhadap negara-negara di dunia, tak terkecuali Indonesia.

Selain China yang terdampak cukup besar, banyak negara lain yang kekuatan ekonominya melemah.

Bahkan, pertumbuhan ekonomi secara global pun mengalami penurunan.

Tak boleh tinggal diam, Indonesia harus memanfaatkan momentum ini dalam rangka perluasan bisnis.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengatakan, dengan terjadinya perang dagang, banyak industri mau merelokasi pabriknya dari China maupun kawasan yang exposure-nya sudah berlebihan ke kawasan lain.

Hadapi Perang Dagang, Jokowi Minta Kadin dan Hipmi Berikan Masukan Konkret

"Menurut saya setiap triwulan ada perluasan pabrik di Indonesia akibat perang dagang," ujar Thomas di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (18/6/2019).

Thomas mengatakan, sudah banyak pengusaha yang buka pabrik di China juga ekspansi ke Indonesia, Vietnam, dan negara Asia Tenggara lainnya.

Bisnis yang paling banyak memperluas pabrik ke Indonesia antara lain elektronik dan peralatan rumah tangga.

"Industri elektronik rumah tangga kayak kulkas, microwave, LCD TV, itu kan sekarang cukup didominasi merek korea. Rantai produksi mereka dari 20 tahun lalu sudah tersebar di Asean," kata Thomas.

Sewaktu pasar di China skala ekonominya tumbuh berkali lipat, investor berbondong-bondong datang ke China.

Halaman
12
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved