Kota Yogya

Perpus Nasional RI Sosialisasikan Gemar Membaca

Yogya dipilih sebagai tempat penyelenggaraan karena merupakan Kota Pendidikan dan memiliki inovasi perpustakaan yang luar biasa.

Perpus Nasional RI Sosialisasikan Gemar Membaca
TRIBUNJOGJA.COM/ Kurniatul Hidayah
Wali Kota Yogyakarta bersama Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI ketika betukar cinderamata, Selasa (18/6/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melaksanakan Sosialisasi Pembudayaan Kegemaran Membaca di Balai Kota Yogyakarta, Selasa (18/6/2019).

Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI, Sri Sumekar menjelaskan Yogya dipilih sebagai tempat penyelenggaraan karena merupakan Kota Pendidikan dan memiliki inovasi perpustakaan yang luar biasa.

"Kami mengangkat tema implementasi program revolusi mental yang merupakan tindak lanjut dari instruksi presiden terkait gerakan revolusi mental. Tujuannya adalah menuju Indonesia Cerdas 2024," ucapnya dalam sambutan.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Ia mengatakan bahwa saat ini ada 164.000 perpustakaan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu juga sebanyak 540 kabupaten/kota telah mengembangkan perpustakaan desa dan kelurahan.

"Berdasarkan Undang-Undang 23/2014, kabupaten/kota wajib memiliki perpustakaan. Ada dana alokasi khusus terkait pengembangan dan bangunan perpustakaan agar masyarakat nyaman dan senang ke perpustakaan," tambahnya.

Ia pun berharap melalui perpustakaan, masyarakat bisa mengubah pandangan tentang membaca.

Dari informasi yang dihimpun Tribunjogja.com, program Sosialiasi Pembudayaan Gemar Membaca yang dilaksanakan ini, diharapkan juga mampu mengubah sikap dari yang sebelumnya tidak suka membaca menjadi gemar membaca.

Hal itu nantinya selaras dengan program pemerintah yang mengutamakan pembangunan kualitas SDM, satu di antaranya menimba pengetahuan melalui gemar membaca.

Syarat Membuat Kartu Anggota Perpustakaan Grhatama

"Termasuk orangtua di rumah juga mengajarkan anak gemar membaca sejak dini, misalkan dengan membacakan buku dongeng," ucapnya.

Sementara itu, Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan bahwa selama ini Kota Yogyakarta telah memiliki Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang diselenggarakan oleh kampung dan berada dalam naungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta.

"Itu akan kita perjelas menjadi perpustakaan kampung dan itu adalah program pemerintah. Taman bacaan biasanya berangkat dari masyarakat, untuk mengapresiasi itu Perpustakaan Kota bisa kerjasama bisa bersinergi dengan Disdik untuk mengembangkannya," ucapnya.

Melalui penguatan tersebut, diharapkan TBM yang selama ini mati suri, perlahan akan hidup kembali dengan mendapatkan beragam asupan koleksi buku dan keperluan lainnya dari Perpustakaan Kota dan juga Perpustakaan Nasional RI.

"Saya berikan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Yogyakarta agar tidak hanya mengurus perpustakaan kota tapi juga dibantu sampai bawah. Semakin banyak yang gemar membaca, semakin bagus," tutupnya.(*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved