Gunungkidul

Pembakar Surat Suara di Gunungkidul Mulai Disidangkan

Pelaku mengakui telah membakar surat suara lantaran dirinya kecewa dengan kinerja anggota dewan.

Pembakar Surat Suara di Gunungkidul Mulai Disidangkan
NET | Google Images
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Wisang Seto Pangaribowo

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kasus pembakaran surat suara yang terjadi saat Pemilihan Umum 2019 lalu di TPS 9, Dusun Jaranmati, Kecamatan Karangmojo, Gunungkidul akhirnya menuju pengadilan.

Terdakwa kasus ini yaitu Mahardika Wirabuana Krisnamurti (21) telah mengakui perbuatannya yaitu melakukan perusakan surat suara dengan cara membakar lantaran dirinya kecewa dengan kinerja anggota dewan.

Sidang pada hari ini dipimpin oleh Hakim Ketua Trijoko Yohanes Gantar Pamungkas dan 2 Hakim Anggota, Agung Budi Setiawan dan Melia Nur Pratiwi ini dengan agenda pemeriksaan terdakwa, dalam persidangan ini terdakwa bersikap kooperatif dan tidak ada bantahan dari terdakwa.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Jaksa penuntut umum sekaligus Kepala Seksi (Kasi) Pidana Umum (Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Gunungkidul, Ari Hani Saputri menjelaskan, pada sidang kali ini bertujuan untuk mencocokan keterangan 10 saksi yang dihadirkan dalam persidangan sebelumnya.

"Besok sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan tuntutan. Dalam sidang kali ini terdakwa sudah sesuai dengan keterangan yang diberikan saksi," katanya pada Tribunjogja.com, Selasa (18/6/2019).

Ia mengungkapkan dalam persidangan kali ini muncul pengakuan dari terdakwa yang menarik, terdakwa mengaku kecewa dengan kinerja 3 anggota dewan.

"Terdakwa jengkel dengan kinerja yang tidak benar anggota dewan atau politikus ketiganya adalah Setya Novanto, Fadli Zon, Fahri Hamzah, dan saat ditanya siapa tokoh yang dirinya sukai ia menjawab Gus Dur," ungkapnya.

Musim Kemarau, Angka DBD Justru Naik di Gunungkidul

Ari melanjutkan, proses persidangan maksimal selama 7 hari, sesuai dengan Undang-Undang tentang Pemilu 2017.

Ia menyebut terdakwa terbukti melanggar  pasal 531 Undang-undang no 7 tahun 2017 tentang pemilu.

Sementara itu, Komisioner Bidang Pengawasan, Humas dan Hubungan antar Lembaga Bawaslu Gunungkidul, Rosita mengatakan selama jalannya sidang terdakwa mengakui perbuatannya, sehingga dirinya optimis jalannya sidang tidak akan memakan waktu selama tujuh hari.

"Terdakwa tadi bersikap kooperatif, selain itu dirinya juga memgakui perbuatannya, saya optimis sidang tidak sampai tujuh hari. Kalau dilihat saat persidangan berlangsung terdakwa orang yang jeli karena namanya salah saja ia langsung mengetahui padahal terdakwa hanya baca sekilas. Semoga tanggal 21 sudah putusan," pungkasnya.(*)

Penulis: Wisang Seto Pangaribowo
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved