Kota Yogya

Wali Kota Yogya Berharap Pengelolaan Terminal Giwangan oleh Pemerintah Pusat

Rencana revitalisasi Terminal Giwangan menjadi angin segar bagi pengguna transportasi umum jalur darat.

Wali Kota Yogya Berharap Pengelolaan Terminal Giwangan oleh Pemerintah Pusat
TRIBUNJOGJA.COM
Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Rencana revitalisasi Terminal Giwangan menjadi angin segar bagi pengguna transportasi umum jalur darat, khususnya yang berangkat dan tiba di Kota Yogyakarta melalui Terminal Giwangan.

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti menjelaskan bahwa dengan dirombaknya Terminal Tipe A tersebut, nantinya masyarakat akan kembali tertarik untuk menggunakan sarana bus antar kota, khususnya sebagai alat transportasi antar wilayah di Pulau Jawa.

"Karena saat ini dengan adanya tol maka akses ke Yogya menjadi mudah. Ini membuat terminal jadi perhatian," ucapnya saat ditemui Tribunjogja.com seusai acara Syawalan bersama Gubernur DIY di Balai Kota Yogyakarta, Senin (17/6/2019).

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Ia menjelaskan bahwa memang sudah saatnya terminal direvitalisasi.

Layaknya stasiun dan bandara yang sudah dirombak dan dibuat sedemikian rupa, terminal juga butuh dipercantik untuk menarik peminatnya, terutama dari kalangan milenial.

"Selain itu juga kami menilai bahwa angkutan antarmoda penting karena adanya akses ke bandara baru. Jadi nanti tidak hanya kendaraan individu, tapi juga transportasi massal. Lalu yang massal tidak hanya ada kereta namun juga bus," bebernya.

Bus yang dimaksud akan menjadi angkutan bandara yang beroperasi dari Terminal Giwangan tersebut ialah Bus DAMRI.

Organda DIY Sambut Positif Rencana Revitalisasi Terminal Giwangan

Ketika sudah bisa beroperasi, ia berharap jamnya disesuaikan dengan jadwal pemberangkatan pesawat.

"Masyarakat memiliki pilihan transportasi massal, mau ke bandara naik bus atau kereta. Pemberangkatan disesuaikan dengan jadwal penerbangan. Jangan sampai bus stand by lalu nggak jadi berangkat," tutur Haryadi.

Halaman
12
Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved