Sekolah Multikultural Ajarkan Anak Pahami Keberagaman

Pendidikan dasar merupakan sarana untuk mengenalkan toleransi dan menghargai perberdaan kepada anak-anak

Sekolah Multikultural Ajarkan Anak Pahami Keberagaman
wartakesehatan.com
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Noristera Pawestri

TRIBUBJOGJA.COM, YOGYA - Pendidikan merupakan unsur pembentukan karakter dan perkembangan pada diri manusia.

Oleh sebab itu, pendidikan dasar merupakan sarana untuk mengenalkan toleransi dan menghargai perberdaan kepada anak-anak sejak dini.

Terlebih hidup di lingkungan masyarakat yang majemuk seperti di Indonesia membuat orangtua wajib mengajarkan anak untuk menghargai perbedaan dan toleransi.

Pengamat Pendidikan Nasional, Darmaningtyas mengatakan, sekolah itu mengajarkan multikulturalisme.

"SD negeri kita sudah cukup bagus, jadi sekolah itu jangan yang eksklusif, tapi justru sekolah negeri yang isinya campuran dari berbagai golongan. Jadi anak-anak sejak kecil sudah terbiasa dengan berbagai golongan dan latar belakang," ujarnya pada Senin (17/6/2019).

Sebab menurut Darmaningtyas, sekolah negeri dengan berbagai latar belakang dapat mengajarkan anak-anak untuk memahami keberagaman.

Selain itu,ia juga menjelaskan bahwasanya anak-anak pada usia sekolah dasar pada umumnya masih berada dalam dunia yang isinya bermain-main.

"Jadi psikologisnya anak bisa bermain bebas tanpa mengalami hambatan. Biarkan anak-anak bebas bermain dan rileks," lanjutnya.

Menurut Darmaningtyas, pada usia SD, anak-anak membutuhkan halaman sekolah yang luas, sehingga anak-anak bebas bergerak.

Keberadaan lapangan terbuka dan halaman terbuka memungkinkan anak untuk berinteraksi dengan kelompoknya.

"Interaksi antar kelas kan menjadi sangat penting juga karena di situkah sebetulnya anak belajar membangun relasi sosial," tuturnya kepada Tribunjogja.com

Sementara untuk kegiatan belajar mengah di kelas, kata Darmaningtyas, sistem pembelajaran harus terus mengikuti perkembangan zaman.

Dengan mengakomodasi perkembangan zaman dan sistem pembelajaran digital, tentu lebih menarik bagi anak-anak.

"Setiap zaman berubah setiap masa berubah. Sekarang ini sudah ada IT, anak-anak bisa belajar menggunakan IT. Gurunya juga harus di update pengetahuannya. Rekrutmen guru milenial menjadi penting karena guru milenial paham dengan perkembangan teknologi," kata dia. (*)

Penulis: Noristera Pawestri
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved