Kisah Aldri Menjual Rumah Bekas Pembunuhan Keluarga Pulomas, Banjir Telepon dan Ada yang Ketakutan

Rumah bekas pembunuhan sadis keluarga Ir Dodi Triono di Kawasan Pulomas akhirnya terjual.

Kisah Aldri Menjual Rumah Bekas Pembunuhan Keluarga Pulomas, Banjir Telepon dan Ada yang Ketakutan
Tribunnews
Kisah Aldri Menjual Rumah Bekas Pembunuhan Keluarga Pulomas, Banjir Telepon dan Ada yang Ketakutan 

Namun lama-lama akhirnya Aldri mau membantu menjual rumah itu.

Menjual rumah bekas pembunuhan, menurut Aldri penuh tantangan dan risiko tambahan. Rumah milik Dodi dijual beserta seluruh furniturenya. Di pagar rumah itu, nomor telepon Aldri yang dipasang dan banjir telepon masuk, pembeli yang ingin melihat rumah itu.

"Di situ kan ada tanda kutip "kejadian". Tapi karena saya sudah dekat dengan keluarga itu, rumah itu jadi seram dan menakutkan itu tidak ada," jelasnya.

Aldri baru mau membantu keluarga Dodi untuk menjualkan rumah itu setelah tiga bulan kejadian. Ia memulai menjual rumah itu dengan berbagai cobaan.

"Banyak juga pembeli yang nyleneh karena merasa rumah ini rumah hantu lah, nawarnya jauh dari pasaran. Kita tahu lah tidak akan menjual sesuai harga pasaran, kita udah diskusi dengan keluarga, jadi kita jual tengah-tengah lah dari nilai yang ada," lanjutnya.

Kisah Aldri Menjual Rumah Bekas Pembunuhan Keluarga Pulomas, Banjir Telepon dan Ada yang Ketakutan
Kisah Aldri Menjual Rumah Bekas Pembunuhan Keluarga Pulomas, Banjir Telepon dan Ada yang Ketakutan (Tribunnews)

Banyak yang telepon Aldri dan banyak juga yang datang untuk melihat, seperti room tour namun ada juga yang suka arsitekturnya. Rumah ini pernah ditawar Rp500 juta juga. "Banyak sekali lika-likunya," imbuhnya.

Bahkan rumah itu sempat dijadikan lokasi uji nyali dan Aldri pun sempat menggugat pemberitaan yang tidak benar dengan rumah Dodi itu. "Rumah ini kalau masuk nyaman sekali karena tidak ada yang ditakutkan" imbuhnya.

Aldri mengungkapkan, tantangan jual rumah ini adalah jujur dengan calon pembeli. "Harus menerangkan rumah ini dari A-Z karena tidak boleh ditutup-tutupin," jelasnya yang menawarkan rumah itu 1,5 tahun.

Bahkan tempat kejaidan pun ia tunjukkan secara detail. Banyak juga yang menawar murah untuk dijual lagi.

Rumah milik Dodi Triono di Pulomas, Jaktim.
Rumah milik Dodi Triono di Pulomas, Jaktim. (Twitter/Aldri Karmani)

Hingga akhirnya ada pembeli yang berminat. Dibantu rekanan yang menjualnya. September 2018 datang, Desember 2018 akhirnya Februari 2019 memberi tanda jadi, Maret mengurus akta jual beli.

Si pembeli ini tidak merasa rumah ini rumah angker atau seram karena punya keyakinan jika pemilik sebelumnya sudah meninggal tidak akan mengganggu apapun. "Memakan proses 6 bulan," jelasnya.

Gara-gara menjual rumah ini, Aldri banyak mendapat telepon untuk menjualkan rumah orang-orang terutama yang punya kasus rumah susah dijual. "Akhirnya tambah listingan lah buat saya, kalau ada konsumen minta bantu jual saya terima. Kita marketing harus bantu jual," jelasnya.(*)

Penulis: Rina Eviana
Editor: Rina Eviana
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved