Dinsos P3A Bantul Terus Dorong Graduasi Mandiri

Sejauh ini ada sekitar 600 penerima manfaat di 17 kecamatan yang mengundurkan diri

Dinsos P3A Bantul Terus Dorong Graduasi Mandiri
Tribun Jogja/ Amalia Nurul Fathonaty
Kepala Dinas Sosial P3A Bantul, Didik ,Warsito mengatakan hingga saat ini masih terus mendorong masyarakat yang sudah mampu untuk sukarela mengundurkan diri dari program bantuan pemerintah. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Sosial (Dinsos) P3A Bantul terus mendorong masyarakat penerima manfaat untuk graduasi mandiri dari program bantuan seperti Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Kepala Dinsos P3A Bantul, Didik Warsito, mengatakan sejauh ini ada sekitar 600 penerima manfaat di 17 kecamatan yang mengundurkan diri dari program bantuan pemerintah tersebut.

Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan dorongan dan motivasi yang dilakukan oleh para camat.

"Kita juga memacu teman-teman yang ada di lapangan termasuk para camat untuk melakukan, mendorong pengunduran diri, membuat surat itu lalu kita laporkan ke Jakarta," kata Didik.

Dorongan tersebut dilakukan juga karena melihat adanya suara-suara yang menyebut adanya orang mampu tapi masih menerima bantuan.

"Itu karena grenengannya itu ada orang mampu kok menerima bantuan. Sekarang kita rayu agar mereka kersa untuk mengundurkan diri karena itu sudah mampu dan memang kondisinya mampu," jelasnya.

Diharapkan masyarakat yang telah merasa mampu ini dengan sukarela mengundurkan diri dari program pemerintah.

"Harapannya mereka sukarela membuat surat pernyataan mundur, tidak mau menerima lagi bantuan baik bantuan pangan non tunai (BPNT), program keluarga harapan (PKH), kartu Indonesia pintar (KIP), maupun kartu Indonesia sehat (KIS)," papar Didik.

"Dasarnya adalah kesadaran bahwa mereka sudah mampu," imbuhnya.

Didik melanjutkan, berdasar local wisdom atau kebijakan lokal, dilakukan pendataan kembali orang-orang yang nyata tidak mampu tapi tidak mendapat bantuan apapun.

"Jadi kita terus jalan ini. Jadi local wisdom yang 157.000 rumah tangga yang masuk data dari Jakarta itu masuk ke aplikasi kita. Kalau satu rumah tangga ada tiga jiwa saja kan sudah sangat besar," tuturnya. (*)

Penulis: amg
Editor: ton
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved