Kota Yogya

DLH Kota Yogya Bersihkan Sisa Kertas Petasan di Alun-Alun Utara

Akibat ledakan petasan tersebut jumlah sampah yang berserakan di Alun Alun Utara cukup banyak.

DLH Kota Yogya Bersihkan Sisa Kertas Petasan di Alun-Alun Utara
Dokumentasi Humas Pemkot Yogyakarta
Petugas DLH Kota Yogyakarta membersihkan sisa kertas petasan di Alun-Alun Utara, Sabtu (15/6/2019). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta melakukan pembersihan sampah kertas akibat pembakaran petasan yang dihasilkan selama menjelang dan setelah perayaan Idul Fitri 1440 H, di Alun-Alun Utara, Sabtu (15/6/2019).

Kepala Seksi Penanganan Sampah Ahmad Haryoko mengatakan setidaknya ada sekitar sepuluh anggota DLH yang dikerahkan untuk melakukan penyapuan sampah yang sebagian besar merupakan sampah kertas yang hancur dan berserakan akibat ledakan petasan.

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

"Petugas penyapu mengaku merasa kesulitan dalam menyapu lantaran kertas petasan bentuknya agak halus dan ringan ditambah tingginya rerumputan," bebernya pada Tribunjogja.com.

Ia menambahkan bahwa akibat ledakan petasan tersebut jumlah sampah yang berserakan di Alun Alun Utara cukup banyak.

"Sampah seperti itu sangat sulit untuk petugas kebersihan kami (DLH) melakukan pembersihan. Apalagi rumputnya juga agak tinggi sehingga cukup sulit untuk dibersihkan," ujarnya.

Polres Magelang Kota Sita dan Musnahkan Ratusan Petasan

Meskipun demikian, ia mengatakan pihaknya berusaha untuk membersihkan sampah kertas bekas bakaran petasan tersebut.

Haryoko mengimbau kepada segenap warga Kota Yogyakarta dan lainnya untuk tahun ke depan tidak usah membakar petasan lagi karena sangat mengotori lingkungan dan juga membuat polusi suara.

"Apalagi radiusnya sangat dekat dengan Keraton Yogyakarta dan Masjid Besar Kauman Yogyakarta. Kami menghimbau kepada masyarakat jangan bakar petasan lagi tahun depan. Ini sangat mengganggu. Banyak sampah berserakan. Petasan juga sangat mengganggu, polusi suara. Sampahnya ringan dan masuk ke rumput-rumput yang cukup tinggi. Ini agak sulit," bebernya.(*)

Penulis: kur
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved