Breaking News:

Soccer Style

PSIM Targetkan 35 Poin di Fase Grup

Dibekali skuat sarat bintang, PSIM Yogyakarta tidak ingin gegabah menatap Liga 2 2019 mendatang

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
Tribunjogja.com | Suluh Pamungkas
PSIM JOGJA 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dibekali skuat sarat bintang, PSIM Yogyakarta tidak ingin gegabah menatap Liga 2 2019 mendatang.

Pasalnya, klub berjuluk Laskar Mataram tersebut, harus melewati hadangan klub-klub kuat, yang turut meramaikan peta persaingan.

Agenda PSIM Yogyakarta : Ziarah ke Makam Raja-raja Mataram hingga Rencana Launching Tim

Manajer PSIM Yogyakarta, Effendy Syahputra berujar, sejak awal pihaknya memang mematok target promosi menuju Liga 1.

Akan tetapi, pada tahap permulaan ini, misi, sekaligus fokus utama yang diusung adalah, terlebih dahulu lolos ke babak delapan besar.

"Hitungan matematis 35 poin dulu lah (di fase grup), untuk batas minimal, agar kami bisa lolos ke babak delapan besar ya," katanya, Jumat (14/6/2019).

Ikuti Jejak PSIM Yogyakarta, Mitra Kukar Rekrut Pelatih Asing

Effendy pun menyadari, untuk merealisasaikannya, memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Apalagi, PSIM harus melakoni lawatan berat menuju Kalimantan di pembuka kompetisi.

Yakni, away ke markas Persiba Balikpapan dan Mitra Kukar. 

"Target di Kalimantan bisa bawa pulang poin. Semoga saja bisa ya, karena putaran pertama kami home hanya empat kali. Ada plus minusnya sih, karena putaran dua otomatis jadi lebih banyak home," cetusnya.

Di samping itu, mantan CEO Bogor FC tersebut menilai, peta persaingan Grup Timur terbilang sangat menarik, lantaran dihuni klub-klub dengan kualitas dan materi cukup merata. Praktis, ia sama sekali tidak melihat satu tim yang benar-benar layak diunggulkan.

Salah satu yang masuk perhitungan ialah pendatang baru Persewar Waropen.

Meski bestatus klub promosi, tim besutan Carolino Ivakdalam ini diperkuat deretan nama beken, seperti Boas Isir, Marko Kabiay, Victor Pae, Okto Maniani, hingga Issac Wanggai.

Benar saja, melihat kiprahnya sejauh ini, skuat Mutiara Bakau memang berpotensi menjadi batu sandungan bagi PSIM, selain dua klub mapan pada diri Persiba Balikpapan, maupun Mitra Kukar, yang musim lalu terdegradasi dari kompetisi kasta tertinggi.

Batal Jajal Bali United, PSIM Yogyakarta Fokus Siapkan Launching Tim

"Persis Solo juga menarik, karena Derby Mataram ya, yang selalu punya cluster tersendiri. Selain itu, masih ada Madura FC juga yang selalu stabil, kemudian Martapura FC, mereka beberapa musim terakhir hampir lolos Liga 1 terus," ucapnya.

"Pada intinya Grup Timur ini seru, meski persaingan di Grup Barat lebih gila lagi. Ya, step by step, tentu saja kami mengincar bisa juara grup dulu lah," pungkas Effendy. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved