Bantul

DPPKP Bantul Turut Survei Kejadian Ikan Mati di Kulon Progo

DPPKP Bantul turut melakukan survei terkait kejadian matinya ribuan ikan di Laguna Pantai Trisik, Kulon Progo.

DPPKP Bantul Turut Survei Kejadian Ikan Mati di Kulon Progo
Tribun Jogja/Singgih Wahyu
Petugas dari DLH DIY dan DKP Kulon Progo melakukan pengecekan kondisi air dan pengambilan sampel di Laguna Pantai Trisik, Kecamatan Galur, Selasa (11/6/2019). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul turut melakukan survei terkait kejadian matinya ribuan ikan di Laguna Pantai Trisik, Kulon Progo.

Kepala DPPKP Bantul, Pulung Haryadi mengatakan, meski di Bantul belum ada kejadian seperti itu, ia merasa perlu melihat keadaan di sana seperti apa.

"Belum ada kejadian seperti itu. Tapi tentu saja kita berusaha untuk kontak ke lapangan dulu. Kemarin saya sudah minta teman-teman di jajaran bidang perikanan untuk melihat dulu ke sana seperti apa," kata Pulung pada Tribunjogja.com, Kamis (13/6/2019).

5 Inspirasi Gaya Lebaran Ala Yaseera yang Bakal Bikin Penampilanmu Tetap Kece

Dari hasil survei tersebut nantinya akan dianalisis untuk mengambil langkah berikutnya.

"Lalu kita akan mengambil langkah yang terbaik seperti apa. Sementara kita baru survei," tuturnya. Pulung masih menunggu untuk hasil survei tersebut.

Sejauh ini di Bantul juga belum ada laporan kejadian seperti yang terjadi di Kulon Progo.

Hal tersebut menurut Pulung karena budidaya ikan di Bantul menggunakan bioflok dengan sistem padat tebar.

Sentra budidaya ikan di Bantul berada di tiga kecamatan yakni Pandak, Sewon, dan Banguntapan.

"Sekarang kita menggunakan bioflok. Sistemnya budidaya menggunakan padat tebar jadi lebih intensif," tuturnya.

Lain hal, Pulung juga menyampaikan soal kewaspadaan terhadap anthrax pada hewan ternak.

Pasca Lebaran, Pemohon Kartu Kuning di Bantul Meningkat

DPPKP terus melakukan pengecekan rutin dan pengawasan melalui puskeswan dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

"Bantul merupakan sentra daging di DIY sehingga kami selalu melakukan pengawasan. Kita ada cek bulanan, apakah ada kondisi penyakit menular atau tidak," jelasnya.

"Kami juga melakukan operasi pasar. Tapi kita juga minta teman-teman peternak atau penjagal kalau ada sapi mati mendadak segera lapor, kami ada 10 puskeswan yang siap melayani," tuturnya.

Pulung meminta agar peternak maupun penjagal untuk waspada jika ada hewan ternak yang mati mendadak dan terjadi pendarahan agar segera melapor.

"Anthrax kan cirinya seperti itu, pasti didahului dengan sapi mati mendadak," pungkasnya.(*)

Penulis: amg
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved